Page 731 - Gabungan
P. 731

Hana  Budiman  terus  memegang  tangan  Yenni.  Ia  berusaha


            menyalurkan tenaga demi tenaga untuk membantu Yenni melawan


            penyakitnya.


                Suasana  di  kamar  terasa  begitu  mencekam,  seolah  waktu


            membeku.  Bunyi  "tik-tik"  jam  dinding  elektronik  terdengar  begitu


            menyiksa!


                "Wenjie... Wenjie..." Yenni memanggil lemah.


                Hana  Budiman  melepas  tangan  Yenni  dan  pergi  ke  luar.  Ia


            berputar-putar, tapi Wenjie tak kelihatan. Ia berdiri sebentar di pintu


            masuk  rumah  sakit,  menunggu  dengan  cemas  kedatangan  Bai


            Wenjie dan orang tuanya.


                Merasa  menunggu  tak  ada  gunanya,  Hana  kembali  ke  kamar


            Yenni dan berkata:

                "Kakak  Yenni,  Kak  Wenjie  dan  Pak  Bai  pergi  ke  bandara


            menjemput bibi Lani, sebentar lagi mereka kembali."


                Kebetulan  sekali,  persis  saat  itu,  Bai  Datou  turun  dari  mobil


            bersama Lani dan Bai Wenjie, masuk ke rumah sakit.


                Bai Datou tampak bersemangat, langkahnya tegap, mengangguk


            dan tersenyum pada sanak saudara yang menyapanya. Lani, anggun


            dan sopan, mengikuti suaminya sambil membalas salam para kerabat.


                Pasangan Bai Bowen, Zhongwu, Wenxiong, dan Wenhao berbaris


            di koridor. Atas perkenalan Bai Datou, mereka memberi salam hormat

                                                           731
   726   727   728   729   730   731   732   733   734   735   736