Page 735 - Gabungan
P. 735
menemukan anaknya. Namun, betapa banyak hal di dunia ini yang
tidak sempurna—Lani justru menemukan anaknya dalam keadaan
sekarat!
Seperti kata pepatah, "Hidup manusia bagai musimnya rumput."
Usia manusia singkat. Setiap orang berusaha meninggalkan sesuatu
di dunia dalam waktu yang terbatas ini. Yenni hanya hidup sekitar 20
tahun, tetapi hidupnya penuh semangat dan karya, meninggalkan
kesan mendalam bagi yang masih hidup. Sebagai orang tua,
bukankah bangga memiliki anak seperti Yenni?
Yenni bersandar di pelukan ibunya, jarinya lembut memegang
patung giok di tangan Lani. Ramalan biarawati tua dari Panti Asuhan
"Santa Carlos" telah menjadi kenyataan. Ibu dalam mimpinya kini
nyata. Ia memandang wajah ibunya yang penuh kasih—bukankah ia
secantik Mona Lisa?
Dengan malu-malu, Yenni menatap Bai Wenjie. Ilmuwan muda
yang begitu memikat hati ini ternyata adalah kakak kandungnya
sendiri! Yenni tersenyum padanya dan memanggil pelan:
"Kakak!"
"Adik!"
Bai Wenjie menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ia
merenungkan makna hidup. "Bukan usia yang menentukan, tapi
tekad." Meski Yenni hanya hidup 22 tahun, setiap detiknya dipenuhi
735

