Page 730 - Gabungan
P. 730

menghibur Yenni saat ini. Ia hanya bisa menatapnya, berpikir selama


            bisa membuat Yenni merasa nyaman saja sudah cukup.


                Dokter Emil kembali masuk dan menyuntikkan obat perangsang


            jantung untuk Sahabat karibnya yang ada di depan mata bagai daun


            kuning  yang  layu,  setiap  saat  bisa  gugur.  Zhou  Lijuan  bingung


            bagaimana  menghibur  Yenni  saat  ini.  Ia  hanya  bisa  menatapnya,


            berpikir  selama  bisa  membuat  Yenni  merasa  nyaman  saja  sudah


            cukup.


                Dokter Emil kembali masuk dan menyuntikkan obat perangsang


            jantung untuk Yenni. Tanpa sepatah kata pun. Di balik kacamatanya,


            bola  matanya  terlihat  sayu.  Ujung  hidungnya  yang  kemerahan


            mengisyaratkan bahwa ia diam-diam menangis.


                Kepala perawat Sri Rahayu hari ini juga tampak linglung. Dua kali

            ia  masuk  ke  kamar  Yenni,  seolah  mencari  sesuatu  tapi  tak


            menemukannya, atau seperti lupa membawa sesuatu, lalu buru-buru


            pergi lagi.


                Bai  Wenying  duduk  lesu  di  tepi  tempat  tidur  Yenni,  wajahnya


            kelelahan seperti ayam jago yang kalah bertarung. Air matanya tak


            tertahankan.  Biasanya  sangat  telaten  berdandan,  kini  rambutnya


            acak-acakan,  wajah  cantiknya  tanpa  jejak  riasan,  pakaiannya  pun


            serampangan. Jelas terlihat ia sudah berhari-hari tak meninggalkan


            kamar ini.

                                                           730
   725   726   727   728   729   730   731   732   733   734   735