Page 729 - Gabungan
P. 729
Setelah mengangguk perlahan, Haji Rahman membungkuk dan
keluar.
Tak lama kemudian, Zhou Lijuan membawa boneka panda besar,
mengikuti Kakek Zhou masuk ke kamar.
"Kakak Yenni!" teriak Lijuan, hatinya seperti ditusuk pisau melihat
kondisi Yenni yang lemah. Boneka panda di tangannya hampir
terjatuh.
"Kakak Lijuan..." Yenni memanggil dengan suara lemah sambil
tersenyum.
"Kakak Lijuan, kamu baru kembali?" tanya Hana Budiman.
"Iya. Aku langsung dari bandara ke sini setelah dengar dari kakek
bahwa kakak Yenni sakit."
Hana Budiman mengambil boneka panda dari tangan Lijuan dan
meletakkannya di tempat tidur Yenni. Di saat seperti ini, boneka lucu
itu terasa sangat tidak serasi!
Yenni memandang boneka panda itu dengan senyum. Bahkan
untuk menyentuhnya pun ia sudah tak punya tenaga.
Zhou Lijuan menatap Yenni, hatinya dipenuhi kesedihan.
Gambaran gadis muda yang ceria dan anggun dalam ingatannya
sudah tak ada lagi.
Sahabat karibnya yang ada di depan mata bagai daun kuning yang
layu, setiap saat bisa gugur. Zhou Lijuan bingung bagaimana
729

