Page 740 - Gabungan
P. 740
Bab 20 Terkabul
Setelah menguburkan putrinya, Yenni, hati Lani senantiasa diliputi
kerinduan akan sang anak. Terlebih ketika ia beberapa kali melihat
foto-foto sepanjang hidup Yenni dan menonton rekaman tentang
fragmen kehidupan Yenni serta pertunjukan amal untuk bencana,
kerinduannya kian menjadi. Lani menyesali mengapa ia tidak
menyelesaikan prosedur lebih awal untuk datang ke Nanyang (Asia
Tenggara), sehingga bisa lebih cepat mengenali putri yang
dirindukannya selama lebih dari dua puluh tahun. Beberapa kali Lani
bermimpi berbicara dengan Yenni, bahkan sampai memanggil nama
Yenni.
Dalam jamuan kecil yang diadakan Tuan Zhou Gong dan Li Zihou
untuk menyambut Lani, Lani meminum setengah gelas anggur,
membuat wajahnya terasa hangat. Kembali ke rumah, Lani, Bai Datou,
dan Bai Wenjie duduk bersama mengobrol santai.
Lani sekali lagi mengamati patung marmer Nyonya Bai (Zhou
Yinmei) dan dirinya yang diukir oleh suaminya, kagum akan
keterampilan suaminya yang luar biasa. Tiba-tiba sebuah ide terlintas
di benaknya, dan ia tersenyum kepada suaminya:
"Tuan Bai! Ukiranmu sangat bagus! Aku memohon, bisakah kau
mengukir satu patung lagi?"
740

