Page 736 - Gabungan
P. 736

cahaya  yang  bersinar  terang,  memberikan  kontribusi  besar  bagi


            manusia. Wenjie bangga memiliki adik seperti dia!


                Banyak  orang  memandang  Yenni  dengan  kekaguman  dan


            kebanggaan. Beberapa diam-diam mengusap air mata. Bai Bowen


            melihat Zhou Lijuan memberikan saputangan kecil pada kakeknya.


            Kakek  Zhou  melepas  kacamatanya,  mengusap  sudut  matanya


            dengan perlahan. Waktu seakan  berhenti. Seseorang batuk pelan,


            tapi suaranya terdengar begitu menusuk.


                Yenni larut dalam kebahagiaan. Ia  berbaring di  pelukan ibunya,


            berbisik lemah:


                "Ibu... Aku lelah. Aku ingin tidur sebentar..."


                "Tidurlah, Nak! Tidur nyenyak di pelukan Ibu..." Lani tersedu-sedu,


            tak mampu melanjutkan. Ia memeluk putrinya seperti mengayun bayi,

            menepuk-nepuk punggung Yenni dengan lembut. Lani merasa belum


            cukup memeluk anaknya ini. Terus ia menepuk dan membelai, seperti


            ibu muda yang meninabobokan anaknya.


                Mata Yenni terpejam dengan tenang. Nafasnya semakin melemah.


            Hingga akhirnya, semua menyaksikan kepala Yenni perlahan terkulai.


            Lani pun menyadari putrinya telah pergi, namun tetap terus membelai


            dengan pelan.


                Semua  terdiam,  segan  mengganggu  ketenangan  Yenni.


            Keheningan  ini  entah  berlangsung  berapa  lama.  Hingga  akhirnya,

                                                           736
   731   732   733   734   735   736   737   738   739   740   741