Page 25 - Prototipe E-Modul Sistem Koordinasi Ajeng Fadhillah
P. 25
Sistem Koordinasi Manusia
d) Gangguan Sistem Saraf
Sistem saraf juga dapat mengalami gangguan yang dapat berakibat pada
terganggunya pola gerak maupun memori seseorang (Soewolo, dkk., 2005). Berikut
ini merupakan contoh penyakit yang menyerang sistem saraf:
1. Meningitis, atau peradangan pada selaput otak (meninges) yang disebabkan
oleh bakteri atau virus.
2. Alzheimer, merupakan penyakit yang biasanya menyerang manusia lanjut usia,
penyakit ini disebabkan oleh atrofi korteks serebral. Atrofi adalah pengecilan
atau penyusutan jaringan. Atrofi tersebut diduga disebabkan oleh slow viruses,
yakni jenis virus yang memerlukan waktu yang lama untuk merusak. Sehingga
dimungkinkan menginfeksi ketika seseorang muda dan akibatnya muncul
setelah lanjut usia. Penyakit ini ditandai dengan kehilangan memori yang dapat
terjadi setiap saat dan semakin hari akan semakin parah.
3. Amnesia, merupakan penyakit dimana penderita kehilangan memori dan
disertai dengan ketidakmampuan membentuk memori baru. Penyakit ini
disebabkan kerusakan otak akibat kecelakaan, stroke, defisiensi vitamin B12,
kanker otak atau suplai darah yang kurang ke daera memori, hingga alasan
psikologikal.
4. Ataksia, ialah gangguan koordinasi gerak otot seperti gerakan tubuh yang tidak
teratur dan tidak akurat misalnya kurang keseimbangan, tremor pada tangan,
dll. Ataksia disebabkan oleh setiap kejadian yang mengganggu pusat
pengotrolan gerak di otak atau jalur saraf yang menuju otak.
5. Epilepsi (ayan), merupakan penyakit saraf yang dapat disebabkan oleh alkohol,
stroke, tumor otak, dan cedera kepala. Penyakit ini mampu memberikan
serangan mendadak kepada penderitanya.
6. Rasa baal (kebas) dan kesemutan, disebabkan oleh kekurangan vitamin
neurotropik (B1, B6, dan B12), gangguan metabolisme serta tertutupnya liran
darah.
RANGKUMAN
● Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf yang memiliki bentuk unik,
terdiri dari bagian utama badan sel, dendrit, dan akson.
● Berdasarkan struktur juluran sitoplasma, neuron/sel saraf dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu: neuron pseudounipolar/unipolar, neuron bipolar, neuron
multipolar.
● Berdasarkan fungsinya neuron/sel saraf dibedakan menjadi tiga macam, antara
lain: sel saraf aferen (neuron sensorik), sel saraf eferen (neuron motorik), dan sel
saraf interneuron (neuron perantara/asosiasi).
● Sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang (medula
spinalis) merupakan pusat seluruh kendali tubuh, baik kendali untuk gerak yang
dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.
● Sistem saraf tepi terdiri dari jaringan saraf diluar sistem saraf pusat meliputi saraf
kranial yang berasal dari otak dan saraf spinal yang berasal dari medula spinalis.
25

