Page 59 - Kelas XII. 4. Negara Maju dan Berkembang
P. 59
Unit Pembelajaran
Negara Maju dan Berkembang
Angka harapan hidup menunjukkan berapa tahun seseorang pada usia
tertentu masih mempunyai harapan untuk hidup. Ukuran ini dipakai
dengan asumsi bahwa setiap orang pasti menginginkan dan
mengusahakan hidup secara sehat dan berumur panjang, baik bagi
dirinya maupun bagi keluarganya. Meningkatnya angka harapan hidup
berkaitan erat dengan gizi makanan, kondisi dan fasilitas layanan
kesehatan, dan unsur-unsur kesejahteraan lainnya, sedang kemampuan
untuk menyediakan semua fasilitas tersebut berhubungan dengan tingkat
kemajuan ekonomi yang dicapai. Angka harapan hidup dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
- Sangat tinggi, 70 tahun atau lebih;
- Tinggi, 60-69 tahun;
- Sedang, 50-59 tahun;
- Rendah, 40-49 tahun;
- Sangat Rendah, 39 tahun kurang.
Beberapa negara maju harapan hidup penduduknya mencapai 60 tahun
ke atas, sedangkan di negara-negara berkembang sebagian besar baru
mencapai di bawah 60 tahun, bahkan masih ada beberapa tempat di
antaranya yang mempunyai angka harapan hidup 39 tahun atau kurang.
Angka harapan hidup Indonesia pada tahun 2015 ada pada angka 70,8
tahun.
(2) Tingkat Gizi Makanan
Tingkat gizi makanan penduduk dapat dilihat dari dua segi, yaitu kualitas
dan kuantitas bahan makanan yang dikonsumsi penduduk. Umumnya
jumlah kalori yang dikonsumsi menunjukkan kuantitas makanan, sedang
jumlah protein hewani yang dikonsumsi menunjukkan kualitas makanan.
Untuk mencapai taraf kesehatan dan menanggung beban kerja yang
memadai setiap orang diperkirakan akan memerlukan makanan sekitar
2400 kalori dan 60 gram protein per hari. Menurut Food and Agricultural
269

