Page 82 - LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM) MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERINTEGRASI ETNOSAINS
P. 82
b). Mengembangkan sikap kinerja ilmiah, sikap jujur, disiplin, proliferasinya tinggi seperti pada sum-sum tulang belakang. Obat-
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab. obatan tersebut memberikan efek samping berupa mual, muntah,
rambut rontok, iritasi kandung kemih disertai terdapatnya darah dalam
air kemih (Sukmarianti, et al., 2013). Hal ini mendorong para peneliti
C. LANDASAN TEORI untuk mengeksplorasis enyawa-senyawa bioaktif antikanker dari bahan
Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan alam untuk mengurangi efek samping. Sampai saat ini pencarian obat
hilangnya fungsi kontrol sel terhadap regulasi siklus hidup sehingga sel untuk antikanker dari senyawa bahan alam masih terus dikembangkan.
tidak dapat berpoliferasi secara normal. Pertumbuhan sel yang tidak Pada satu sisi, Indonesia memiliki lebih dari 25.000-30.000
normal ini akan menyerang jaringan biologis sekitarnya serta mampu spesies tumbuhan dan memiliki lebih dari 17.000 pulau serta memiliki
bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau lebih dari 50 tipe ekosistem (Kartawinata, 2010) dan dihuni sekitar 300-
sistem limfatik sehingga menyebabkan kematian (Farida, et al., 2010). 700 etnis. Keragaman etnis Indonesia menghasilkan keragaman
Secara teoritis, timbulnya sel kanker umumnya terjadi oleh senyawa- budaya, tradisi, dan kearifan lokal berbeda. Salah satu kearifan lokal
senyawa karsinogenik yang berinteraksi dengan DNA sehingga terjadi yang dimiliki oleh etnis Indonesia adalah memanfaatkan
mutasi. Senyawa-senyawa tersebut membentuk senyawa intermediet keanekaragaman hayati di sekitarnya sebagai obat. Setiap masyarakat
menghasilkan alkilasi DNA yang menyebabkan kesalahan pasangan lokal memanfaatkan tanaman lokal untuk menjaga kesehatannya dan
basa DNA. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan urutan dikenal seabagai tumbuhan obat. Pengetahuan pemanfaatan tumbuhan
basa atau terjadi kesalahan pembacaan informasi genetik dan obat pada umumnya diwariskan secara lisan sehingga pengetahuan
mengakibatkan terjadinya mutasi. Mutasi DNA dapat memicu tersebut hanya terbatas pada sekelompok masyarakat dan dikenal
perkembangan neoplastik yang menghasilkan sel tumor atau kanker sebagai Indegenous Science. Pengetahuan masyarakat rentan
(Jagetia, et al., 2 006). terdegradasi karena akulturasi budaya maupun modernisasi, sehingga
Proses pembentukan kanker terdiri atas empat tahap. Tahapan perlu dikonservasi. Hasil riset diketahui lebih 80% metabolit sekunder
pertama adalah inisiasi, yaitu tahapan terjadinya perusakan DNA atau dalam tanaman lokal dimanfaatkan sebagai penyedia senyawa awal
mutasi yang mengatur penggandaan sel. Tahapan kedua adalah untuk obat yang beredar dalam industri farmasi (Fabricant dan
promosi, yaitu tahap peningkatan penggandaan sel abnormal akibat Farnsworth, 2001). Penemuan dan produksi obat yang beredar di
proses inisiasi. Munculnya sel-sel kanker yang diikuti perubahan genetik masyarakat saat ini, terdapat juga diawali oleh pengetahuan masyarakat
menandai perkembangan tahapan yang 15 ketiga yaitu tahap progresi. lokal mengenai manfaat suatu tanaman tertentu untuk obat tertenu
Tahap an terakhir ialah metatasis, yaitu tahapan sel kanker melakukan sebagai contoh penyakit kanker, yang mana pengobatannya masih
ekspansi ke jaringan pembuluh darah lain. Sel e kspansif akan banyak melaui ekstrak jamu yang diperoleh dengan cara ekstrak
membentuk kanker sekunder di jaringan yang ditulari (Ren, et al., 2003). langsung dari tumbuhan, dalam hal ini tanaman Bajakah Kalimantan.
Pengobatan kanker umumnya menggabungkan pembedahan Pada saat ini terdapat tanaman Bajakah Kalimantan yang
dan radiasi dengan pengobatan kemoterapi. Kemoterapi merupakan diyakini sebagian masyarakat Dayak Kalimantan sebagai obat kanker,
pengobatan kanker menggunakan suatu obat sitostatika yang merusak tumor, menghentikan pendarahan, meningkatkan stamina, dan
sel kanker. Beberapa obat sitostatika yang sudah digunakan sebagai antibakteri (Moris, 2020). Pada riset sebagai upaya memberikan
agen kemoterapi ialah taksol, bleomisin, 5-flurourasil, klorambusil, penjelasan ilmiah tentang khasiat ekstrak Bajakah Kalimantan yang
tiotepa, serta alkaloid indol seperti vinblastin dan vinkristin. Obat mampu mampu menyelamatkan tikus yang diinduksi zat pertumbuhan
sitostatika bekerja dengan mempengaruhi metabolisme asam nukleat sel tumor atau kanker yang dihasilkan dari percobaan siswa SMAN 2
terutama DNA atau biosintesis protein. Hal inilah yang menyebabkan Palangkaraya (Yazid, et al, 2018). Hasil tersebut pada kajian ilmiah
obat sitostatika bekerja tidak selektif karena bersifat toksik baik pada sebagai dasar temuan awal untuk dikaji mengapa ekstrak bajakah
sel kanker maupun sel normal, terutama sel normal yang kecepatan mampu sebagai penghambat sel kanker atau tumor .
68 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 69
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 69

