Page 8 - Theressa Eklesia Saumanuk_Flipbook Modul Ajar_Sumber Energi
P. 8
Nuklir
Setelah cadangan uranium habis, tidak ada lagi energi nuklir yang tersedia.
Meskipun demikian, energi nuklir memiliki beberapa kelebihan, di antaranya
sumber listrik rendah karbon terbesar kedua di dunia setelah tenaga air,
menghasilkan daya maksimum lebih dari 92% sepanjang tahun,, praktis tidak
menghasilkan CO2 selama beroperasi. Namun, energi nuklir juga memiliki
beberapa kekurangan, di antaranya menimbulkan limbah radioaktif yang sangat
merusak bagi makhluk hidup, limbah radioaktif harus diangkut dengan aman ke
tempat penyimpanan jangka panjang.
3. Kerapatan Energi
Karakteristik yang berguna dari suatu bahan bakar adalah kerapatan energinya.
Kerapatan energisuatu bahan bakar (diukur dalam J/kg) adalah energi yang dapat
diperoleh dari satu satuan massa bahan bakar. Jika energi didapat dari pembakaran
bahan bakar seperti padabahan bakar fosil, secara sederhana kerapatan energinya
adalah kalor pembakarannya, yaitu kalor yang didapat dari pembakaran1kg bahan
bakar fosil.
Bahan Bakar Kalor Pembakaran
Batu Bara 30 MJ/kg
Kayu 16 MJ/kg
Minyak Diesel 45 MJ/kg
Bensin 47 MJ/kg
Kerosin 46 MJ/kg
Gas Alam 39 MJ/kg (pada stp)
Bagaimana kerapatan energi untuk reaksi fisi nuklir yang massanya dikonversi
2
langsung ke energi melalui rumus Einstein = . Dengan rumus Einstein ini, 1 kg
U-235 membebaskan energi sebesar 7 × 10 GJ. Uranium alam (U-238) mengandung
13
kira-kira 0,7%U-235 sehingga kerapatan energi uranium alam sebagai bahan bakar
4
nuklir adalah 0,7% × 7 × 10 = 490 / atau 490.000 MJ/kg, terlihat jauh lebih
besar disbandingkan dengan kerapatan energi bahan bakar fosil. Adapun uraniu yang
diperkaya mengandung 3% U-235 sehingga kerapatan energinya lebih besar lagi yaitu
4
3% × 7 × 10 = 2.100 / .
Jika dibandingkan dengan kerapatan energi air sebagai energi terbarukan. Untuk
menghitung kerapatan energi air yang digunakan dalam pusat pembbangkit listrik
tenaga air (PLTA), jika 1 kg air jatuh dari ketinggian 100m dan semuua energi
8