Page 36 - FLIPBOOK Psikotropika
P. 36
Mayoritas pelajar SMP dan SMA yang terjangkit narkoba, menurut Bambang
menggunakannya sebagai pelarian masalah. Penyebabnya bisa putus cinta, broken home,
hingga masalah lainnya. “Mereka butuh curhat. Jangan sampai kenal pengedar,” pesannya.
Terkait jenis narkoba yang dikonsumsi pelajar, menurut Bambang mayoritas jenis psikotropika
dobel L. Ada pula yang mengonsumsi obat keras. “Obat keras label merah itu disalahgunakan,”
imbuhnya sembari menyebut anak-anak bisa diselamatkan dari narkoba lewat perhatian, kasih
sayang, dan pengawasan orang tua masing-masing. Bambang meyakini, ke depan ancaman
narkoba akan semakin besar. Karenanya, tak cukup BNNK dan polisi saja. Melainkan, butuh
peran aktif masyarakat. Termasuk kelompok terkecil. Yaitu, keluarga.
Sementara itu, selain puluhan pelajar yang direhab, sembilan pelajar lainnya harus
mendekam di sel tahanan setelah menjadi pengedar narkoba. “Yang kami amankan hanya yang
terlibat langsung peredaran narkotika dan okerbaya. Kebanyakan, pemakai juga, sekaligus
mengedarkan,” aku Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso. Seperti halnya
Bambang, Pujo meyakini jumlah pelajar yang menjadi pengguna lebih banyak lagi. Hanya saja,
polisi tidak bisa memproses hukum mereka yang hanya menjadi pengguna narkotika dan
okerbaya.
Berdasarkan data Satresnarkoba Polres Nganjuk, selama tahun 2019 terdapat delapan
tersangka yang berstatus masih pelajar. Empat di antaranya sudah berusia di atas umur 18
tahun. “Empat lainnya masih anak-anak (di bawah 18 tahun, Red),” ujarnya sembari menyebut
di 2020 ini ada satu pelajar yang terjaring.
Mengapa anak-anak bisa terjangkit narkoba? Salah satu faktornya adalah harga yang
murah. Empat butir pil koplo yang dibanderol Rp 10 ribu. Dengan harga tersebut, banyak
pelajar yang tergiur membeli dan mengonsumsinya. Selain faktor harga, ia menilai masih
banyak pelajar yang beranggapan bahwa akan mendapatkan dopping jika mengonsumsi pil.
Namun, itu hanya efek euforia sesaat. Setelah hilang efeknya, justru badan penggunanya akan
drop.
Seperti halnya Bambang, Pujo meminta orang tua meningkatkan pengawasan kepada
anak-anaknya. Di antaranya, dengan melarang anak mereka pulang larut malam. “Kalau sering
pulang malam, orang tua sudah harus curiga,” tegasnya.
Wacana 5.
Efek Obat PCC yang Sebabkan Pemuda Tewas karena Lari ke Laut
Obat PCC menyebabkan 50 orang menjadi korban di Kendari, Sulawesi Tenggara. Akibat
efek penyalahgunaan obat ini, korban bisa mengalami gangguan kepribadian hingga
disorientasi. PCC merupakan obat keras yang tidak boleh dijual sembarangan atau harus seizin
dokter. Namun obat ini dipasarkan dengan harga murah kepada siswa di Kendari, Sulawesi
Tenggara.
Pada Rabu (13/9), seorang siswa SD dengan inisial R tewas akibat overdosis PCC, Somadril,
dan Tramadol. Sehari kemudian, Riski (20) tewas tenggelam akibat berhalusinasi setelah
mengonsumsi PCC. Dia lari ke laut kemudian tewas tenggelam.
30

