Page 122 - IST Baru
P. 122
massa di Kota Tarakan.
10. Kuala Kapuas, 1 SSK Yonif 621/MTG, 1 SST 631/ATG, 2 SSK Yonif Linud 612/
MDG dan 1 SST dari Kodim 1011/Kuala Kapuas.
11. Pangkalan Bun, 1 Yonif Linud700/ WYD, 1 Yonif 412/BES Kostrad, 1 SSK Yonif
631/ATG, 2 SSK 305 Kostrad dan 1 SST Kodi m 1014/PangkalanBun.
12. Palangkaraya, 2 SSK Yonif 631/ ATG, 2 SSK Yonif Linud 612/MDG, 1 SSK
Gabungan Rem 10 2/PP, 1 SST Kodim 1016/Palangkaraya dan 1 SSR De nzi-
pur-7.
13. Sampit, 1 SSK Yonif 631/ATG, 1 SST Yonif Linud 612/MDG dan 1 SS T Kodim
1015/Sampit
14. Muara Teweh, 1 SST Yonif 621/ MTG dan 1 SST Yonif 631/ATG di Puruk Cahu
serta 1 SST Kodim 1013/Muara Teweh.
15. Buntok, 1 SSK Yonif 621/MTG dan 1 SST Kodim 1012/Buntok.
Aparat keamanan gabungan tersebut kemudian mengambil lang-
kah-langkah penanganan/penanggulangan:
1. Pengisolasian daerah kerusuhan yang terjadi dengan meningkatkan sat-
uan pengamanan di daerah kerusuhan dan daerah rawan lainnya, guna
mencegah kerusuhan yang lebih besar.
2. Melaksanakan pemisahan antara suku Madura dengan suku Dayak den-
gan cara menyiagakan pasukan keamanan dan melak- sanakan patro-
li-patroli di daerah rawan kerusuhan serta melaksanakan penyekatan
daerah-daerah rawan agar kerusuhan tidak menyebar ke daerah lainnya.
3. Melaksanakan pelucutan senjata api, senjata tajam, tombak dan panah
milik suku Madura dan Dayak dengan melaksanakan razia baik di jalan,
di desa-desa maupun di mmah-rumah. Langkah ini berhasil menyita 15
buah senjata rakitan, 47 buah bahan peledak dan 654 buah senjata tajam
berbagai macam.
4. Menindak tegas dengan penangkapan, tembak ditempat sesuai dengan
prosedur yang berlaku bagi perusuh yang tidak mengindahkan norma hu-
kum, melawan petugas dan tetap berupaya membuat kerusuhan. Perin-
122

