Page 123 - combinepdf_Neat
P. 123
PERKEMBANGAN MASA
REMAJA
Masa remaja dapat dikatakan sebagai masa peralihan yaitu berkesinambungan dengan apa
yang telah terjadi sebelumnya, atau merupakan sebuah peralihan dari satu tahap perkembangan ke
tahap berikutnya. Hal ini dapat dimaknai bahwa apa yang telah terjadi sebelumnya akan
berpengaruh pada apa yang akan terjadi sekarang dan akan datang. Anak-anak yang beralih dari
masa kanak-kanak ke masa remaja harus meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kanak-kanak
kemudian mempelajari pola perilaku dan sikap baru untuk menggantikan perilaku dan sikap yang
sudah ditinggalkan.
Proses perkembangan kematangan psikologis dan biologism remaja kerap menghadapi
ketegangan, kebingungan, dan kekhawatiran. Remaja menjadi gemar mencoba hal-hal baru dan
asing dikarenakan gejolak emosi. Remaja juga sering melakukan sesuatu hal yang berisiko tinggi
tanpa berpikir panjang terhadap akibat yang akan terjadi selanjutnya.
Tidak ada batasan yang jelas untuk menandai awal permulaan masa remaja ini. Namun pada
umumnya individu dikatakan sebagai remaja jika telah mengalami pematangan organ reproduksi.
Di Indonesia individu mengalami pematangan organ reproduksi sekitar usia 12 tahun meskipun
terdapat individu yang lebih cepat maupun lebih lambat dari usia tersebut. Pematangan organ-
organ reproduksi sebagai akibat pengaruh hormon tersebut secara biologis akan memberi
pengaruh terhadap perubahan pada aspek-aspek lain sehingga ciri-ciri lain akan muncul yang
berbeda dengan ciri-ciri kanak-kanak baik dari aspek fisik, kognitif, sosial emosi maupun moral.
Havighurst (Gunarsa, 2001) menyebutkan tugas-tugas perkembangan masa remaja sebagai
berikut:
1. Menerima kenyataan terjadinya perubahan fisik yang dialami dan dapat melakukan peran
sesuai dengan jenisnya secara efektif dan merasa puas terhadap keadaan tersebut.
2. Belajar memiliki peranan sosial dengan teman sebaya, baik teman sejenis maupun lawan
jenis sesuai dengan jenis kelamin masing-masing.
3. Mencapai kebebasan dari ketergantungan terhadap orangtua dan orang dewasa lainnya.
4. Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsel tentang kehidupan
bermasyarakat.
5. Mencari jaminan bahwa suatu saat harus mampu berdiri sendiri dalam bidang ekonomi
guna mencapai kebebasan ekonomi.
6. Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan
kesanggupannya.
7. Memahami dan mampu bertingkah laku yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai
dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku.
8. Memperoleh informasi tentang pernikahan dan mempersiapkan diri untuk berkeluarga.
9. Mendapatkan penilaian bahwa dirinya mampu bersikap tepat sesuai dengan pandangan
ilmiah.
Pada materi ini Anda akan lebih mendalami mengenai perkembangan masa remaja.
Bahasan pada materi ini mencakup perkembangan dalam aspek fisik motorik, kognitif, sosial
emosi, moral dan bahasa. Materi ini dibagi ke dalam tiga Kegiatan Belajar yaitu:
1. Kegiatan Belajar 1: Perkembangan Fisik Motorik dan Kognitif
2. Kegiatan Belajar 2: Perkembangan Bahasa, Moral dan Agama
3. Kegiatan Belajar 3: Perkembangan Sosial Emosi

