Page 48 - combinepdf_Neat
P. 48
Kegiatan Belajar 2
Teori Psikososial Erikson
7. Generativity Vs Stagnation ( Dewasa madya: 40-50 tahun)
Generativity berarti keinginan untuk menciptakan dan membimbing generasi berikutnya. Hal ini tidak selalu
bearti, bahwa sesorang harus mempunyai anak, namun lebih mengacu pada keinginan untuk menciptakan
generasi yang lebih baik. Kontribusi pada lingkungan sosial, kepekaan pada nilai-nilai universal, adalah hal-hal
yang menjadi makna di tahap ini. Apabila tidak berhasil maka individu akan merasa tidak berkembang dan
hidupnya terasa sia-sia.
8. Integrity Vs Despair ( Dewasa akhir)
Pada tahapan terakhir ini sesorang melihat kebelakang dan menilai apa yang telah dilakukan dalam kehidupan.
Keberhasilan pada tahap ini seseoran dapat hidup berdasarkan apa yang telah dibentuknya selama masa-masa
sebelumnya. Idealnya ia dapat mencapai inegritas, apabila gagal ia akan merasa menyesal akan apa yang telah
dilakukan, takut akan kematian dan tidak menyukai diri sendiri.
Dalam pandangan Erikson, masyarakat memainkan peran yang amat penting dalam perkembangan
psikososial seseorang. Peranan ini mulai dari aturan atau budaya masyarakat atau pola asuh orang tua. Proses
maturasi yang terjadi pada anak , membuat anak mempunyai kemampuan baru dan membuka kemampuan baru
dan membuka banyak kesempatan pada anak lain. Erikson juga bahwa anak hidup dalam komunitas dari
lingkaran kehidupan. Anak dikelilingi oleh orang-orang yang juga sedang melewati tahapan kehidupannya.
Budaya juga amat mempengaruhi perkembangan seseorang. Budaya mengadaptasi dengan kehidupan anak dan
anak juga mengadaptasi diri dengan budayanya.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

