Page 45 - combinepdf_Neat
P. 45

Kegiatan Belajar 2
         Teori Psikososial Erikson




           Erikson





         .   Latar Belakang Erik Erikson

                Erik Erikson lahir di Frankfurt, Jerman pada tahun 1902. Awalnya ia ingin menjadi artis dan belajar
         mengenai seni. Setelah beberapa tahun belajar dan mengajar seni, ia diminta untuk mengajar seni pada
         sekelompok anak Amerika Serikat yang datang Wina untuk mengikuti pelatihan Freudian. Pertemuan dengan
         aliran Freudian yang tanpa disengaja inilah yang akhirnya membawa Erikson didalam tahap kehidupan yang

         amat berbeda dari sebelumnya, yaitu menjadi Psikoanalisis. Erikson mendapat pelatihan dari Anna Freud,
         Heinz Hartmann, Ernes Kris, Helene Deutsch, dan bahkan Sigmund Freud sendiri.
         Pada tahun 1933 karna ada ancaman dari para fasisime. Erikson pindah ke Amerika Serikat. Ia menjadi analis
         anak pertama di boston dan mendapat posisi di Harvard Medical School. Kemudian ia, juga mendapatkan

         posisi dibeberapa universitas terkemuka, antara lain Yalle, Berkeley, dan meningger  Foundation. Luasnya
         kiprah Erikson, dari dunia praktik klinis sampai ceramah ceramah ilmiah,amat membuka wawasannya. Ia
         mempelajari krisis yang terjadi pada tentara Amerika Serikat yang dikirim ke perang dunia II, meneliti banyak
         anak normal dan bermasalah, remaja normal dan bermasalah sampai tingkah laku sosial di India. Ia juga
         banyak menerbitkan buku-buku dan tulisan.

                                    Bebrapa  yang  amat  terkenal  adalah  “Childhood    and  Society”  (1950)  dan  “

                                  Identtity  Youth  and  Crisis”  (1968).  Karya-karyanya  inilah  yang  membuat
                                  pergeseran besar dalam psikoanalisis menuju dalam pendekatan sosial.
                                         Tidak seperti Freud yang melihat perkembangan dalam konteks seksual,
                                  Erikson  menempatkan  pentingnya  konteks  sosial  dengan  penekanan  pada
                                  pengaruh teman sebaya, sekolah, dan kultur lingkungan tempat anak dibesarkan.

                                  Bagi  Erikson,  perubahan  fisik  yang  dialami  individu  seiring  masa  tumbuh
                                  kembangnya,  memaksa  inddividu  menghadapi  serangkaian  perubahan  sosial,
                                  sehingga teori Erikson kemudian disebut teori perkembangan Psikososial.































          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50