Page 42 - combinepdf_Neat
P. 42

Kegiatan Belajar 1
         Teori Psikososial Freud








            Struktus Kepribadian Freud

                Sigmund Freud melihat tahun-tahun awal kehidupan seseorang didorong oleh keinginan irasional
         untuk mencari kesenangan. Dorongan ini merupakan bentuk ekspresi dari 'libido', yang merupakan 'daya
         pendorong hidup' atau 'energi psyche' yang memotivasi perilaku manusia. Insting ini, dalam diri anak kecil,
         pada akhirnya berkonflik antara kebutuhan dirinya dengan tuntutan sosial, sehingga memaksa seorang anak

         untuk menyesuaikan perilakunya dalam cara yang lebih bisa diterima secara sosial.


                Teori Psikoseksual Freud memperkenalkan tiga struktur kepribadian yaitu Id, Ego, dan Superego. Id
         merupakan bagian ketidaksadaran yang menyimpan insting-insting ketidaksadaran. Bayi yang baru lahir

         sepenuhnya memiliki energi Id.   Bagi Freud salah satu insting primer, dan sumber utama energy psikis
         bersifat seksual. Struktur berikutnya yaitu Ego, mulai berkembang saat bayi berusia 6 bulan. Ego merupakan
         struktur kepribadian Freud yang menghadapi tuntutan kenyataan dengan cara menuntun seseorang pada
         perilaku koping yang realistis. Ego menggunakan penalaran untuk membuat keputusan.  Id dan Ego tidak

         memiliki  moral,  kedua  struktur  tidak  mempertimbangkan  apakah  sesuatu  itu  benar  atau  salah.  Strutur
         terakhir adalah Superego, yang berada di wilayah kesadaran. Super ego berkembang di usia kanak-kanak
         awal dalam bentuk nilai-nilai yang diinternalisasi dari orangtua dan aturan kesopanan. Melalui Superego
         inilah hati Nurani berkembang.

           Tahap Perkembangan Psikososial
                Freud membagi tahapan perkembangan Psikoseksual ke dalam bagian-bagian sesuai konflik yang
         dialami anak di awal masa kehidupannya. Tahapan perkembangan itu adalah:

                                     Tahap Oral (0-18 bulan)
                                     Tahap ini merupakan tahap perkembagan freud yang pertama, terjadi selama
                                     18  bulan  pertama  kehidupan.  Kesenangan  bayi  terpusat  di  sekitar  mulut,
                                     seperti mengunyah, mengisap, dan menggigit. Mereka mulai mendefinisikan

                                     diri mereka sendiri dengan melihat bagaimana aksi mereka mempengaruhi
                                     ibu. Kelekatan pada ibu adalah landasan mereka mengembangkan kehidupan
                                     sosialnya kelak.

                                     Tahap Anal (1-3 tahun)

                                     Tahap ini merupakan tahap perkembangan Freud yang kedua, terjadi antara
                                     umur satu hingga tiga tahun, dimana kesenangan anak melibatkan anus atau

                                     fungsi pembuangan yang di hubungkan dengannya. Tahap ini merupakan
                                     latihan otot anal meurunkan ketegangan. Kebutuhan anak untuk mampu toilet
                                     training mendorong anak berlatih menunda kesenangan fisiknya. Anak juga
                                     belajar untuk mendapatkan pujian dari orang dewasa dan mengembangkan
                                     konsep bahwa setiap hal memiliki nilai / makna tertentu.






          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47