Page 43 - combinepdf_Neat
P. 43

Kegiatan Belajar 1
         Teori Psikososial Freud




        Tahap Phallic (3-6 tahun)
        Tahap ini merupakan tahap perkembagan Freud yang ketiga, terjadi antara 3 tahun sampai 6 tahun. Namanya
        diambil dari bahasa latin pallus yang artinya “penis”. Selama tahap phallic kesenangan terfokus pada alat kelamin

        sendiri. Mereka senang 'mengeksplorasi' alat kelaminnya dan memiliki keingintahuan pada alat kelamin anak
        lain. Tahap  ini  memiliki  kepentingan  khusus  dalam  perkembangan  kepribadian  karena  selama  tahap  inilah
        Oedipus Complex muncul. Menurut teori ini perkembangan anak mengenai keinginan kuat untuk menggantikan

        orangtua yang berjenis kelamin yang sama dan menikmati kasih sayang dari orangtua yang berjenis kelamin
        berbeda.


        Tahap Latency (6-pubertas)
        Tahap ini merupakan tahap perkembagan freud yang keempat, terjadi antara sekitar usia 6 tahun hingga masa
        puber selama periode ini. Anak menekankan seluruh minat keterampilan social dan intelektual. Aktivitas ini
        mengarahkan anak dalam bidang yang aman secara emosional dan membantu anak melupakan konflik tahap

        phallic yang sangat menekan. Anak mengalihkan energinya pada aktivitas sekolah dan bermain.
        5.     Tahap Genital (pubertas hingga dewasa)
        Tahap ini merupakan tahap perkembagan Freud yang kelima, terjadi mulai masa pubertas dan seterusnya. Tahap

        ini merupakan saat dimana terjadinya kebangkitan social, sumber kesenangan seksual yang didapat dari luar
        keluarga. Freud percaya bahwa konflik yang terjadi mulai dari masa puber dan seterusnya, dan koflik yang tidak
        terpecahkan dengan orangtua muncul selama masa remaja. Hubungan anak dengan lingkungannya adalah bentuk
        manisfestasi hubungan dan konflik anak di masa awal kehidupannya.



               Freud melihat bahwa perkembangan kepribadian ditentukan oleh konflik pada usia bayi dan kanak-kanak

        awal. Tiga tahapan perkembangan awal adalah masa yang sangat penting, karena jika kebutuhan anak tidak
        terpenuhi  ia  akan  mengalami  fiksasi,  atau  terhambatnya  perkembangan  di  periode  tertentu.  Anak  yang
        mengalami fiksasi pada masa dewasanya akan didominasi akan kebutuhan masa kecil yang belum terpenuhi.
        Pada individu yg kebutuhan oral tidak terpenuhi misalnya, ia akan menjadi orang yang mudah kecanduan
        merokok, overacting, senang mengejek orang lain. Fiksasi pada masa anak dapat menyebabkan seseorang sangat

        rigid terhadap keteraturan, atau justru sangat berantakan.



























          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48