Page 46 - combinepdf_Neat
P. 46
Kegiatan Belajar 2
Teori Psikososial Erikson
Tahapan Perkembangan Psikososial Erikson
Teori perkembangan Psikososial Erikson banyak melakukan modifikasi terhadap teori Psikoseksual
Freud, menjadikannya tahapan yang mengelaborasi perkembangan emosi sepanjang rentang kehidupan.
Menurut Psikososial, kepribadian berkembang melalui resolusi progresif dari konflik kebutuhan dan tuntutan
sosial. Pada tiap tahap perkembangan, konflik itu harus diatasi, minimal sebagian, sebelum seseorang dapat
beranjak ke tahap berikutnya. Tujuannya bukan untuk menghilangkan konflik tertentu (misalnya
ketidakpercayaan atau kegagalan), tetapi menjadikan kualitas sehat (misalnya kepercayaan atau integritas)
menjadi bagian yang dominan dalam perkembangan kepribadian seseorang. Kegagalan dalam menyelesaikan
konflik di tiap tahap akan menyebabkan gangguan psikologis yang berpengaruh selama rentang kehidupan.
Tahapan perkembangan Psikososial Erikson adalah;
1. Basic Trust Vs Basic Mistrust ( lahir – 18 bulan)
Bassic Trust adalah kepercayaan kepada orang lain dan perasaan bahwa dirikita berharga. Ada hubungan
antara kebutuhan kita dan dunia kita. Pada tahap ini, anak membutuhkan kepercayaan dari orang lain terutama
ibu. Ibu merupakan tokoh penting dalam kehidupan anak karena ibulah yang diharapkan akan dapat
memenuhi kebutuhan dasar anaknya. Seorang bayi akan mempunyai rasa percaya bila ibunya selalu
memberinya makan saat ia lapar dan menghiburnya saat ia merasa tidak nyaman. Apabila anak mersa percaya
dengan kehadiran orang disekelilingnya maka ia tidak akan takut bila ditinggalkan. Ia percaya bawa orang-
orang tersebut akan kembali untuk dirinya.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan ini, diperlukan juga rasa percaya diri
dari orang tua. Hanya orang tua yang mempunyai kepercayaan diri dan
merasa dirinya berhargalah yang dapat menimbulkan rasa percaya pada
dalam diri anak. Apabila anak tidak mendapat rasa percaya dan
mengalami bassic mistrust maka kelak bila dewasa ia akanmenjadi orang
yang frustasi, menarik diri, pencuriga dan tidak percaya diri.
2. Autonomy Vs Shame and Doubt ( 18 bulan – 3 tahun)
Pada usia ini anak mulai mandiri secara fisik dan psikologis. Ia sudah
merasa bahwa dirinya adalah seorang yang bebas dan bukan merupakan
bagian dari orang lain, hal ini membawa banyak kemungkinan dalam
perkembangan kepribadiaanya. Namun pada saat yang sama timbul rasa
ketidakyamanan dan ketakutan karena ia takut untuk mandiri.
Kemampuan untuk mengendalikan rasa ingin BAB dan BAK memainkan
peranan yang amat penting pada tahapan ini. Bila anak berhasil BAB/BAK
pada saat yang tepat, ia akan merasa berhasil dan mandiri. Namun apabila
tidak, ia akan mengembangkan rasa malu. Anak juga mengerti peraturann
tempat ia bereksplorasi.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

