Page 47 - combinepdf_Neat
P. 47
Kegiatan Belajar 2
Teori Psikososial Erikson
3. Innitiative Vs Guilt (3 - 6 tahun)
Anak pada tahap ini sudah merasa yakin bahwa ia seseorang yang mandiri. Oleh karena itu, ia ingin memahami
orang macam apakah dia. Pada tahap ini, anak melihat orang tuanya sebagai sosok yang ia kagumi sekaligus
menakutkan. Anak banyak melakukan identifikasi dengan orang tuanya. Pada tahap ini anak mulai memasuki
lingkungan sosial yang lebih luas dan mereka dituntut untuk mengembangkan perilaku yang sesuai lingkungan
sosialnya.
Anak juga seharusnya mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab atas apa yang dilakukan. Hal ini ditunjang
dengan perkembangan bahasa dan motoriknya yang sudah dapat menjelaskan dan mencoba apa yang ia inginkan.
Perasaan bersalah yang tidak menyenangkan akan muncul apabila anak tidak memiliki rasa tanggung jawab dan
merasa terlalu kawatir.
4. Industry Vs Inveriority ( 6 tahun- 12 tahun)
Pada tahap ini, anak merasa bawa “aku adalah apa yang aku pelajari”. Kehidupan sentralnya adalah sekolah,
tempat ia banyak menghabiskan waktu. Anak usia sekolah dasar mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk
menguasi pengetahuan, ketrampilan, dan intelektual. Pengalaman yang menyenangkan seperti keberhasilan di
sekolah, baik dalam bidang akademis maupun sosial, akan membuat anak merasa memiliki kompetensi dan dapat
menguasai sesuatu. Sebaliknya, apabila gagal, ia akan mersa dirinya tidak berguna.
5. Identity Vs Role Confusion ( 12 - 16 tahun)
Rasa percaya diri, otonomi, inisiatif, dan kerajinan memberikan kontribusi pada identitas anak. Namun, pada
masa remaja, anak mengalami krisis akan apa yang sudah di peolehnya selama ini. Pada masa remaja, seseorang
mengalami perubahan biologis yang cukup signifikan sehingga secara psikologis ia merasa limbung. Identitas
remaja umumnya mereka peroleh dari teman sebaya, organisasi yang mereka ikuti, organisasi sosial,
keagamaan,mupun politik,dan lingkungan lain yang dekat dengannya. Apabila anak berhasi menemukan
kepribadian dan menyatukannnya maka ia berhasil menemukan diri. Sebaliknya bila tidak, maka ia akan merasa
tidak utuh.
6 .Intimacy Vs Isolation ( Dewasa muda: 20-30 tahun)
Apabila identitas diri sudah terbentuk dengan baik, maka seseorang baru dapat menemukan keintiman psikologis
dengan orang lain. Rasa identitas diri ini amat penting supaya seseorang tidak merasa harus lebur dalam
kepribadian orang lain yang dekat dengannya. Kedekatan pada masa ini umumnya terjadi pada dua hal. Pertama,
adalah dengan teman-teman sesama jenis untuk membina persahabatan. Kedua adalah dengan lawan jenis untuk
membina hubungan percintaan. Apabila masa ini tidak terlewati dengan baik maka seseorang akan merasa
terisolasi, kosong dan dingin dalam lingkungannya.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

