Page 124 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN
P. 124

MENYERAP ASPIRASI MENCIPTAKAN SOLUSI
                                                              BAB VI
                                                        NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN







               DIPLOMASI PARLEMEN DALAM




               ARUS GLOBALISASI





               YANG KIAN DERAS











                       I era globalisasi sekarang ini, tidak ada satupun negara yang bisa
                       mengisolasi diri. Semakin deras arus globalisasi, kian besar kebutuhan
                       untuk memperkuat kerjasama antar negara. Menggali berbagai
                       manfaat dalam hubungan kerjasama, menjadi salah satu kunci utama
               Duntuk mencapai kepentingan nasional, termasuk dalam bidang
               ekonomi seperti sektor perdagangan dan investasi.
                     Era globalisasi telah menuntut hubungan yang makin kompleks,
               baik dalam tataran bilateral maupun multilateral. Sebagai konsekuensinya,
               kemampuan diplomasi menjadi semakin penting dan semakin luas. Diplomasi
               sebagai ujung tombak dalam membangun kerjasama tidak bisa lagi hanya
               diserahkan kepada eksekutif (pemerintah), tapi juga harus melibatkan berbagai
               komponen bangsa, termasuk parlemen yaitu DPR RI.
                     Indonesia juga sangat menyadari itu seperti tertuang dalam Undang-
               Undang No.37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Dalam penjelasan
               pasal 5 ayat 2 pada UU ini, secara eksplisit disebutkan bahwa Hubungan Luar
               Negeri terdiri dari pemerintah dan non pemerintah, dimana DPR RI masuk
               di dalamnya. Pasal ini mengamanatkan agar anggota dan pimpinan DPR RI
               dituntut untuk aktif mendukung diplomasi.




                                                                            .g
                                                                              o.id
                                                                         dpr .g o.id  125 125
                                                                         dpr
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129