Page 238 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 238
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
pelabuhan. Sejarah menunjukkan, kemajuan ekonomi dan peradaban
berawal dari kawasan pelabuhan seperti terlihat pada proses pembangunan
negara yang maju, di mana mereka memiliki fasilitas pelabuhan yang
mumpuni.
“Kami akan mendorong agar AGIT membangun kerjasama yang erat
dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha agar misi besar menjadikan
pelabuhan ini sebagai lokomotif ekonomi Gorontalo bisa segera terwujud.
Membangun sinergi untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di
kawasan hinterland,” kata Rachmat Gobel.
Secara nasional, lanjut dia, pengembangan pelabuhan ini akan ikut
berkontribusi mendorong Gorontalo untuk tampil sebagai salah satu
lumbung pangan nasional. Pasalnya, terdapat potensi daerah ini di bidang
agribisnis seperti komoditas jagung, cokelat, kelapa, perikanan serta
berbagai hilirisasinya.
Rachmat Gobel optimis, sinergi akan bisa membawa pelabuhan ini
menjadi sentral pertumbuhan Gorontalo. Berada di kawasan pengembangan
berbagai komoditi pertanian di kawasan hinterland dan juga terhubung
dan pendukung konektivitas Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET) Gorontalo-
Paguyaman-Anggrek-Kwandang (Gopandang), ke depan pelabuhan Anggrek
akan berfungsi sebagai penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan
serta simpul distribusi, produksi, dan konsolidasi.
Pengembangan Anggrek memang sudah lama mendapat perhatian
khusus dari Rachmat Gobel. Dengan pengalaman yang panjang sebagai
pelaku dunia usaha, ia sangat paham potensi dan peran strategis pelabuhan
ini, baik bagi pembangunan provinsi Gorontalo maupun nasional, terutama
kawasan Indonesia Timur. Karena itulah, Rachmat Gobel memasukan
pengembangan pelabuhan ini masuk dalam bagian strategi roadmap Visi
Gorontalo 2051.
Diakui banyak kalangan, Rachmat Gobel berperan besar dalam memacu
progress pengembangan pelabuhan Anggrek dengan terus menyampaikan
aspirasi masyarakat Gorontalo kepada pemerintah pusat melalui Kementerian
Perhubungan. Ia sendiri juga mengakui, dukungan Presiden Jokowi melalui
Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimoljono,
Menkeu Sri Mulyani dan Ketua Bappenas Suharso Manoarfa serta Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sangat membantu terealisasinya
proyek ini.
“Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan dan bimbingan sehingga aspirasi masyarakat
220

