Page 243 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 243
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
perikanan dan peternakan. Budaya atau kultur masyarakat juga sangat
kental dengan nilai-nilai Islami.
Sejak masuk beberapa abad lalu, agama Islam berkembang pesat di
Gorontalo sehingga sejak ratusan tahun lalu nilai-nilai kehalalan sudah
melekat kuat dalam setiap kegiatan hidup masyarakat daerah ini. Praktik
halal sudah menyatu pada sebagian besar masyarakat yang mendapat
julukan Serambi Madinah ini. Tidak sulit bagi mereka menerima standard
kehalalan dari setiap proses produksi yang
mereka lakukan.
Dari pengalamannya melihat begitu
banyak kehidupan masyarakat dalam setiap
kunjungan ke berbagai pelosok, Rachmat Banyak tokoh
Gobel berkesimpulan, masyarakat Gorontalo
mempunyai semangat yang kuat untuk nasional lahir
maju. Ini terbukti, banyaknya tokoh nasional dan besar dalam
yang lahir dari daerah Gorontalo. Sebut saja semangat budaya
Dr. Ing BJ Habibie, ahli teknologi pesawat Gorontalo.
terbang yang sukses sebagai Presiden dalam
mengawal peralihan dari era orde baru
ke era reformasi, sehingga Indonesia bisa
berkembang seperti sekarang.
Kemudian ada John Ario Katili, saintis di bidang geologi yang juga
merupakan Doktor Geologi pertama di ITB dan juga Indonesia. HB Jasin
seorang sastrawan terkenal, yang sampai saat ini sulit dicari tandingannya.
Kemudian, Jusuf Syarif (JS) Badudu seorang ahli bahasa terkemuka dan
Thayeb Mohammad Gobel yang merupakan perintis industri elektronika
nasional yang juga merupakan ayah dari Rachmat Gobel.
“Banyak tokoh nasional lahir dan besar dalam semangat budaya
Gorontalo. Ini membuktikan kultur Gorontalo mampu melahirkan sumber
daya manusia (SDM) yang kuat dan produktif. Ini adalah potensi dan saya
melihat, jika disediakan pemantik gelora masyarakat Gorontalo akan bangkit
untuk mewujudkan kemakmuran,” kata Rachmat Gobel.
Oleh karena itu, Rachmat Gobel optimis, gagasan menjadikan Gorontalo
sebagai pusat kawasan produk halal adalah sesuatu yang realistis, bukan
sesuatu utopis. “Mari kita semuanya bersinergi untuk membangkitkan
semangat membangun warisan yang membanggakan bagi generasi penurus.
Inilah misi besar di balik pengembangan pelabuhan Anggrek dan gagasan
membangun kawasan produk halal,” katanya. (*)
225

