Page 239 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 239

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL

                    Gorontalo untuk  mempunyai  pelabuhan  dengan  fasilitas  modern  ini  bisa
                    terealisasi,” katanya.


                    Pelabuhan Modern
                       Proyek  KPBU  Pelabuhan  Anggrek meliputi  penyediaan  dermaga  untuk
                    peti kemas yang dapat mengakomodir kapal  kapasitas 30.000 DWT, kapal
                    general cargo dengan bobot 10.000 DWT. Peningkatan kapasitas dan kualitas
                    kegiatan bongkar muat barang, peti kemas, curah, serta penyediaan dan
                    pelayanan jasa terkait kepelabuhan. Pengembangan pelabuhan ini dilakukan
                    karena kapasitas  operasional dermaga  saat  ini  sudah  melampaui  standar
                    kinerja pelabuhan. Fasilitas yang ada sudah tidak memadai untuk melayani
                    secara optimal kapal peti kemas dan kargo ukuran besar.
                       Pelabuhan  logistik  ini  akan  dikembangkan  dalam  dua  tahap,  di  mana
                    tahap I pada 2021-2022  dan tahap II 2031-3032.  Pada tahap I dibutuhkan
                    investasi Rp 1,4 triliun yang sepenuhnya ditanggung oleh investor. Dana ini
                    akan digunakan untuk meningkatkan  kapasitas dermaga.
                       Tidak  sebatas itu, AGIT sebagai investor dan pengelola juga telah
                    menyiapkan disain strategi untuk menjadikan Anggrek sebagai pelabuhan
                    modern yang dilengkapi perluasan terminal bongkar muat, peningkatan
                    layanan peti  kemas, curah  umum,  curah  cari, dan  peti  kemas pendingin
                    (reefer container).
                       Juga akan dilakukan  pengembangan layanan terminal barang seperti
                    penumpukan peti kemas, curah kering, barang umum dan general cargo serta
                    peti kemas kosong. Pelabuhan ini  dilengkapi dengan layanan konsolidasi
                    dan distribusi barang (CFS), peralatan  bongkar muat Harbour Mobil Crane
                    (HMC) dan lapangan parkir truk peti kemas dan kargo. Hal yang menarik,
                    AGIT juga mengadopsi konsep green port yang dikaitkan dengan pencapaian
                    tujuan sustainable development goals (SDGs).
                       Pengembangan  Anggrek membutuhkan  areal daratan yang lebih  luas,
                    tidak  kurang 20,08 Ha dibandingkan  sebelumnya hanya 4,40 Ha. Areal
                    perairan yang dibutuhkan  mencapai 6.101 Ha, termasuk untuk area
                    penunjang keselamatan pelayaran seluas 5.321,44 Ha.

                    Produk Halal dan Potensi Budaya
                       Menurut Rachmat Gobel, sebagai wilayah yang tergolong 3 T, Gorontalo
                    dituntut untuk bisa melakukan perubahan besar agar masyarakatnya tidak
                    tergilas arus  globalisasi. Tanpa ada perubahan nyata dalam  skala besar,
                    kondisi masyarakat menjadi rawan terhadap berbagai masalah sosial dan




                                                       221
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244