Page 245 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 245
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
10,14% dari total penduduk. Dari jumlah itu, 15,37 juta ada di pedesaan atau
13,2% dari total penduduk pedesaan, sedangkan jumlah penduduk miskin di
perkotaan 12,18 juta atau 7,88%.
Di provinsi Gorontalo, tingkat kemiskinan wilayah pedesaan jauh lebih
parah, mencapai 24,47%. Sementara itu, kemiskinan di perkotaan 4,03%
atau jauh di bawah rata-rata nasional 7,88%.
Yang lebih memprihatinkan, menurut BPS, Indeks Keparahan Kemiskinan
(poverty severity index) maupun Indeks Kedalaman Kemiskinan (poverty gap
index) masih sangat tinggi di daerah pedesaan. Indeks Keparahan Kemiskinan
memberi gambaran tentang penyebaran pengeluaran di antara penduduk
miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi pula ketimpangannya.
Sedangkan Indeks Kedalaman Kemiskinan adalah rata-rata kesenjangan
pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, di mana semakin
tinggi indeks kian parah kondisi kemiskinan.
Data BPS mencatat, secara nasional Indeks Kedalaman Kemiskinan di
pedesaan pada 2021 sekitar 2,27 dan Indeks Keparahan Kemiskinan 0,57.
Untuk Gorontalo angkanya jauh lebih tinggi, masing-masing 4,66 dan 1,33.
Ini menunjukkan harus ada perhatian khusus terhadap masyarakat desa
agar mereka bisa keluar dari kemiskinan.
Dari sisi ketenagakerjaan, menurut data BPS, 97% ada di sektor usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM), dimana sekitar 30% diantaranya ada
di sektor pertanian. Angka ini jauh di atas jumlah tenaga kerja yang ada
di sektor perdagangan sekitar 19,23% dan di sektor industri pengolahan
(manufaktur) 13,21%.
Berbagai data itu menunjukkan, harus ada upaya khusus yang harus
dilakukan dalam menangani kemiskinan dan ketimpangan di daerah
pedesaan. Dari berbagai gambaran itulah, yang antara lain menjadi dasar
bagi Rachmat Gobel menempatkan pengembangan sektor pertanian,
Koperasi dan UMKM sebagai agenda utamanya.
“Dari setiap kunjungan kerja ke lapangan, potret kemiskinan dan
ketimpangan itu sangat jelas, apalagi di pedesaan. Ini problem kita, jadi kita
tidak bisa bicara soal investasi yang besar-besar saja. Sebagian besar yang
hidup dalam kemiskinan adalah mereka yang bekerja di sektor usaha mikro
dan kecil, dan berusaha di sektor pertanian atau petani, mereka ini harus
mendapat prioritas” kata Rachmat Gobel.
Dari hasil yang dicapai, setidaknya dalam dua tahun terakhir ini, Rachmat
Gobel semakin yakin bahwa jika mendapat pendampingan dan stimulan yang
kuat seperti bantuan modal dan alat produksi, petani, nelayan, peternak,
227

