Page 248 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 248

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                   pengembangan  UMKM,  maka  soal kemiskinan  dan  ketimpangan  ini  akan
                   bisa tertasi.
                      Keyakinan  itu  antara  lain  datang  dari  melihat  hasil  yang  dicapai  oleh
                   kelompok tani yang tergabung dalam demplot yang hasil produksinya naik
                   tajam.  Seperti  diakui,  Sekretaris Dinas  Pertanian Kabupaten Gorontalo
                   Fony Tangahu, terobosan yang dilakukan  Rachmat Gobel melalui  demplot
                   telah memberi dampak positif dan sangat membantu petani. “Kalau hanya
                   sekedar bantuan budidaya, ini sudah biasa. Tapi yang dilakukan Rachmat
                   Gobel sangat luar biasa, karena juga menyangkut teknologi pertanian.
                   Hasilnya bisa dilihat, kini panen padi bisa menjadi 10 ton per hektar,” kata
                   Fony Tangahu saat mendampingi Rachmat Gobel dalam kunjungan kerja ke
                   Kabupaten Gorontalo pada 26 Maret 2021.
                      Hal yang sama juga disampaikan Ketua APH (Asosiasi Petani Holtikultura)
                   Gorontalo Rum  Pagau  saat ia  bersama Rachmat Gobel menghadiri  panen
                   bawang merah  di  Desa Molombulahe,  Kecamatan Paguyaman,  Tilamuta,
                   Kabupaten Boalemo pada  30 Junuari  2021. Rum  menilai, komitmen dan
                   langkah konkrit Rachmat Gobel memajukan usaha pertanian di Gorontalo
                   telah membangkit semangat petani.
                      “Pak Rachmat Gobel bukan tipe orang sekedar berjanji,  ia selalu menepati
                   janjinya. Pak Rachmat Gobel adalah  orang yang memegang komitmen
                   seperti yang telah dibuktikan  dalam  berbagai  program pertanian dan
                   pengembangan koperasi. Ke depan, InsyaAllah petani akan semakin maju,
                   kian  banyak yang mau bernaung dalam koperasi tani  seperti digagas Pak
                   Rachmat Gobel,” kata Rum.
                      Dalam  kunjungannya  ke  desa  Molombate, Rachmat  Gobel    juga
                   mengikutsertakan ahli pertanian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
                   (LIPI) untuk melihat hasil pertanian di Gorontalo. “Saya sengaja mengajak
                   Pak Agus dari LIPI, agar bisa melihat hasil pertanian seperti tomat, bawang
                   merah, padi dan jagung. Hasil itu bisa diolah menjadi makanan ekspor atau
                   bahan baku industri, sehingga harga hasil pertanian tetap stabil atau lebih
                   meningkat ketika masa panen,” katanya.
                      Pada  kesempatan  itu  ia    juga  mengatakan,  dari  1,6  hektar  lahan  yang
                   ditanami  bawang merah di  Desa Molombulahe  mampu  menghasilkan 20
                   ton bawang merah basah. Jika dalam keadaan kering berkisar 15-16 ton.
                   “Jika harga jual saat ini Rp35.000 per kg untuk bawang kering, maka hasil
                   pertaniannya bisa mencapai Rp 525.000.000 untuk lahan 1,6 hektar,” katanya.
                      Tidak hanya di Gorontalo, program Rachmat Gobel juga disambut secara
                   antusias oleh petani di daerah lain seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).
                   Seperti diakui oleh  Andreas Umbu Wosa, Ketua Kelompok Tani Ndara Tanah,


                                                      230
   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253