Page 249 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 249

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL

                    program Rachmat Gobel ini mampu meningkatkan hasil panen padi mereka
                    dari biasanya sekitar 4,5-5 ton per hektar menjadi 9,4 ton per ha. Karena itu
                    Andreas berharap, program ini terus diperluas.
                       “Sekarang progam ini baru mencakup lahan seluas tiga hektare. Ke depan
                    kami  harapkan  bisa  diperluas  lagi,” kata Andreas saat  ikut  dalam  acara
                    penen raya bersama Rachmat Gobel di Kecamatan Wewewa Timur Sumba
                    Barat Daya dan NT pada 5 April 2021.
                       Melihat hasil yang dicapai,  Rachmat Gobel tidak canggung-canggung
                    untuk mempromosikan demplot yang ia kembang dengan kelompok tani ini.
                    Tidak  hanya  di  Gorontalo,  dalam  kunjungan  ke daerah  lainpun,  Rachmat
                    Gobel selalu membicarakan ini, bahkan saat kunjungan kerjanya ke sejumlah
                    negara.
                       “Tinggal kini bagaimana  menjadikan  program pertanian dan
                    pengembangan  UMKM  betul-betul  sebagai  prioritas  dalam  agenda
                    pembangunan, dan dilaksanakan secara efektif, tidak sebatas di atas kertas.
                    Ini membutuhkan  koordinasi dan  sinergi dari  berbagai  pihak  terkait,”
                    katanya.

                    Prospek Pertanian Cerah, Koperasi dan UMKM
                    Harus Jadi Pemain Utama
                       Sesunguhnya, skema pembangunan yang dikembangkan Rachmat Gobel
                    ini tidak sebatas bagaimana meningkatkan hasil panen, tapi juga mengajak
                    petani dan UMKM untuk  mengelola usaha taninya secara profesional dan
                    modern. Menata manajemen dari hulu sampai hilir, mulai dari pencairan
                    bibit, proses tanam, pemupukan, sampai pasca panen. Membuka wawasan
                    dan meningkatkan kesadaran petani bahwa usaha pertanian mempunyai
                    prospek yang  cerah. Sektor ini    menjadi  leading  ketahanan  pangan  yang
                    tidak  hanya  menjadi  masalah  besar dan    tantangan  Indonesia, tapi  juga
                    berbagai negara lain di dunia.
                       Seperti perkiraan lembaga pangan dunia  yaitu   Food  Agriculture
                    Organizations (FAO), masalah pangan menjadi persoalan besar dan menjadi
                    tantangan berat dunia kedepan. Dalam laporannya yang berjudul The Future
                    of Food and Agriculture–Trends and Challenges, FAO menyebutkan, populasi
                    dunia pada 2050 mendatang diperkirakan akan mencapai sekitar 10 miliar
                    orang, dan ini akan membutuhkan pangan yang tidak sedikit. Menggunakan
                    basis  data  2013, FAO  memperkirakan  kebutuhan  pangan  pada  2050 akan
                    naik  50%. Ini  menimbulkan  pertanyaan,  apakah  sistem  pertanian  dan
                    pangan saat ini mampu memenuhi kebutuhan populasi global itu.




                                                       231
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254