Page 337 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 337

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL

                    mengenai Asumsi Dasar dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok
                    Kebijakan  Fiskal Tahun 2022.
                       Menurut data Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah,
                    UMKM meliputi sekitar 99% pelaku usaha di Indonesia. Sektor ini memberi
                    kontribusi  sekitar 61% terhadap  Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan
                    menyumbang 89% terhadap lapangan kerja.
                       “Pemerintah memang telah memberi perhatian pada sektor UMKM ini,
                    namun masih harus lebih ditingkatkan. Dengan kontribusinya yang begitu
                    besar, pemulihan ekonomi nasional hanya bisa tercapai secara efektif jika
                    sektor UMKM bisa segera pulih. Pemerintah harus mendorong penguatan
                    UMKM  baik  untuk  pasar domestik  maupun  pasar global,” tegas Rachmat
                    Gobel.
                       Untuk  itu  lanjut  Rachmat  Gobel,  dalam
                    raker pekan  lalu,  Komisi  XI antara  lain
                    meminta pemerintah  untuk  menargetkan
                    peningkatan Nilai Tukar  Petani (NTP) dan
                    Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang lebih tinggi                   Dengan
                    pada  2022 mendatang. Semula  pemerintah              kontribusinya
                    menargetkan, pada  2022 mendatang NTP           yang begitu besar,
                    berkisar 102-104, dan NTN 102-105. Namun
                    setelah pembahasan yang alot akhirnya         pemulihan ekonomi
                    disepakati target NTP pada 2022 menjadi       nasional hanya bisa
                    103-105 dan NTN 104-106.                            tercapai secara
                       “Peningkatan nilai tukar petani dan           efektif jika sektor
                    nelayan sangat penting karena potensi           UMKM bisa segera
                    sumber  daya  nasional di  sektor ini  sangat
                    besar dan selama ini belum tergarap dengan                       pulih.
                    secara optimal. Akibatnya kehidupan petani
                    dan nelayan selalu tertinggal,” kata Rachmat
                    Gobel.
                       Selain untuk meningkatkan taraf kehidupan, peningkatan produktivitas
                    tani dan nelayan juga mempunyai arti strategis pada upaya meningkatkan
                    ketahanan  pangan  yang akan  menjadi  tantangan berat bagi  Indonesia
                    maupun berbagai negara di dunia. Ke depan, ketahanan pangan menjadi isu
                    penting yang dihadapi dunia.
                       “Dengan potensi yang ada, Indonesia tidak hanya mempunyai kemampuan
                    membangun ketahanan pangan yang kuat, sekaligus juga berpeluang untuk
                    menjadikan  sektor   ini  sebagai  andalan  ekspor.  Ini  yang  harus  perlu  kita
                    upayakan bersama,” kata Rachmat Gobel.


                                                       319
   332   333   334   335   336   337   338   339   340   341   342