Page 335 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 335
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
bagaimana peluang ini bisa diefektifkan dengan koordinasi yang lebih baik
dan menghilangkan ego sektoral,” katanya.
Prioritaskan TKDN dan UMKM
Rachmat Gobel juga menekankan, untuk bisa mencapai sasaran
pembangunan tersebut, kementerian dan daerah harus lebih memprioritas
belanja negara pada produk dalam negeri yang sudah memenuhi tingkat
kandungan dalam negeri (TKDN), dan menjauhi penggunaann produk impor.
Penggunaan produk dalam negeri tidak hanya berdampak positif terhadap
proses pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka peluang
kerja yang sangat dibutuhkan menurunkan angka pengangguran.
“Semaksimal mungkin, belanja kementerian dan lembaga harus
menggunakan produk dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga diminta untuk memberi perhatian yang lebih
besar terhadap upaya pemulihan sektor UMKM. Pemulihan sektor ini akan
mempercepat pemulihan ekonomi secara keseluruhan karena faktanya
kontribusi terbesar pada PDB dan penyerapan lapangan kerja selama ini ada
pada sektor UMKM.
“Insentif yang lebih besar perlu dialokasi untuk UMKM agar mereka bisa
kembali bergerak dari keterpurukan selama pandemi Covid-19,” katanya. (*)
2021 2022
BELANJA NEGARA 2.750,0 2.708,7 -1,50%
Belanja Pemerintah Pusat 1.954,5 1.938,3 -0,83%
Transfer Daerah dan Dana Desa 795,5 770,4 -3,16%
PENERIMAAN NEGARA 1.743,6 1.840,7 5,57%
Penerimaan Perpajakan 1.444,5 1.506,9 4,32%
Penerimaan Negara Bukan Pajak 298,2 333,2 11,74%
Hibah 0,9 -100,00%
DEFISIT ANGGARAN 1.006,4 868,0 -13,75%
PEMBIAYAAN DEFISIT ANGGARAN 1.006,4 868,0 -13,75%
317

