Page 332 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 332

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                   ini,  terutama  dalam  hal  mengurangi angka kemiskinan,  meningkatkan
                   ketahanan pangan.
                      Indonesia menargetkan, pada 2030 tingkat kemiskinan bisa diturunkan
                   menjadi  4-4,5% dengan  angka kemiskinan  ekstrem  0%. Laporan Badan
                   Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, akibat pandemi  Covid-19 telah terjadi
                   kenaikan sehingga saat ini angka kemiskinan menjadi 10,19%. Ini dihitung
                   berdasarkan garis batas kemiskinan dengan konsumsi per kapita Rp 458.947
                   per per bulan atau setara dengan konsumsi 2.112 kilo kalori per kapita per
                   hari.
                      Untuk ketahanan pangan, program utama Indonesia adalah menurunkan
                   indek kerawanan pangan atau Food Insecurity Experience Scala (FIES) dari
                   saat ini 5,79 menjadi 3,30.
                      Kami optimis, dengan meningkat produktivitas sektor  agriculture dan
                   SMEs, tujuan tersebut bisa tercapai.  Hal ini antara lain dilandasi pengalaman
                   saya pribadi sebagai anggota parlemen. Melalui demonstration plot (Demplot)
                   yang saya kembangkan bersama masyarakat di sejumlah  lokasi, kami
                   berhasil meningkatkan produksi tanaman pangan dan holtikultura sekitar
                   50%-80%.
                      Melalui  Demplot, kami  menginisiasi perbaikan  manajemen termasuk
                   teknologi pemupukan dengan memakai pupuk berkualitas tinggi. Harganya
                   memang  lebih  mahal  dibandingkan  pupuk  bersubsidi  dari  pemerintah,
                   namun hasil produksi yang diperoleh jauh lebih tinggi. Secara keseluruhan,
                   pemakaian pupuk kualitas tinggi lebih menguntungkan.
                      Melalui parlemen saya tengah berupaya meyakinkan masyarakat
                   petani agar mempunyai semangat mandiri,  dan mendorong pemerintah
                   mengalihkan subsidi untuk pertanian yang selama ini alokasi terbesarnya
                   untuk  pupuk ke bidang  yang lebih  produktif  seperti pada  peningkatan
                   teknologi produksi, teknologi pembibitan,  teknologi pengolahan pangan,
                   perbaikan kelembagaan dan financing.
                      Saya optimis, melalui pengembangan sektor pertanian dan SMEs, Indonesia
                   akan  mampu mencapai  tujuan  SDGs dan  berperean pada  upaya  dunia
                   menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan pertanian berkelanjutan. (*)














                                                      314
   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337