Page 334 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 334

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                      Belanja  Pemerintah  pusat antara lain  dialokasikan  Rp  255,3 triliun,
                   Perlindungan  Sosial Rp  427,5 triliun,  pendidikan  Rp541,7  triliun  dan
                   infrastruktur 384,8 triliun.
                      Belanja tersebut akan dibiayai penerimaan pajak Rp 1.506,9 triliun atau
                   naik  4,32%  dibandingkan  tahun  sebelumnya  1.444,5 triliun,  Penerimaan
                   Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 333,2 triliun atau naik 11,74% dibandingkan
                   tahun sebelumnya Rp 298,2 triliun dan Pembiayaan Defisit sebesar Rp 868,0
                   triliun atau turun 13,75% dibanding anggaran sebelumnya 1.006,4 triliun.
                      Rachmat Gobel memaklumi,   pemerintah mengerem belanja negara
                                                 pada  2022  karena  kebijakan  fiskal  tahun
                                                 depan  memang harus  diarahkan  untuk
                   “Anggaran tahun               memberikan  fondasi  yang kokoh  untuk
                   2022 memang                   konsolidasi fiskal menuju ke defisit maksimal
                   harus lebih bersifat          3% terhadap PDB pada tahun 2023.
                                                    “Anggaran tahun  2022 memang harus
                   konsolidasi karena            lebih  bersifat konsolidasi karena itu
                   itu kebijakan                 kebijakan nonfiskal menjadi sangat penting.
                   nonfiskal menjadi             Ini  artinya  kreatifitas  dan  kemampuan
                   sangat penting.               kementerian/lembaga melahirkan kebijakan
                                                 untuk mendorong pergerakan ekonomi
                                                 menjadi sangat penting. Ini tantangan besar,
                                                 meningkatkan sinergi dan koordinasi antar
                                                 instansi  atau  kementerian  agar sasaran
                                                 pembangunan      2022    yang   ditetapkan
                                                 pemerintah bisa tercapai,” katanya.
                      Dalam  pidatonya, Presiden Jokowi  mengatakan, sasaran pembangunan
                   pada 2022 adalah menekan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,5-6,3%.
                   Kemudian tingkat kemiskinan di kisaran 8,5-9,0%, dengan penekanan pada
                   penurunan  kemiskinan  ekstrem serta tingkat ketimpangan, rasio gini  di
                   kisaran 0,376-0,378, serta indeks pembangunan manusia di kisaran 73,41-
                   73,46.
                      Meskipun  berat, menurut  Rachmat Gobel, ia cukup  optimistis  sasaran
                   pembangunan bisa tercapai. Namun  dengan catatan kementerian mampu
                   lebih bekerja keras untuk menyusun program dan kebijakan agar bisa lebih
                   efektif  mendorong pertumbuhan  ekonomi  dan  pencapaian  sasaran yang
                   ditetapkan tersebut.
                      “Dengan adanya UU Cipta Kerja, kementerian dan lembaga pemerintah
                   sebetulnya mempunyai ruang gerak yang luas dalam mendorong dinamika
                   ekonomi baik sektor perdagangan, industri, pariwisata dan investasi. Tinggal


                                                      316
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339