Page 25 - MAJALAH 226
P. 25

LEGISL ASI






            terhadap pelanggaran pasal 36     misalnya yang terkait dengan hoax,   dua perilaku itu bisa diminimalisir
            terkait pemberatan hukuman karena   penipuan, hate speech,” ujar Taufiq   seminimal mungkin. Ia mengaku
            mengakibatkan kerugian terhadap   ketika ditemui Parlementaria beberapa   Komisi I DPR RI memiliki concern
            orang lain.                       waktu lalu.                      agar PSE (Penyelenggara Sistem
               Anggota Komisi I DPR RI Taufiq    Hal lainnya yang saat ini pun   Elektronik) itu juga terlibat di dalam
            Abdullah menjelaskan bahwa revisi   menjadi perhatian Komisi I DPR RI   proses moderasi terhadap konten-
            undang-undang tersebut masih      dalam pembahasan RUU ini adalah   konten yang tidak pas. “Terutama
            dalam proses pembahasan panitia   penggunaan media digital untuk bisnis   dua hal itu kita konsen, tentu yang
            kerja (Panja). Adapun yang menjadi   perjudian dan pornografi. Pasalnya,   lain juga,” ungkap politisi dapil Jawa
            perhatian dalam revisi ini, yakni   ia menilai bahwa soal perjudian dan   Tengah VII.
            memperbaiki agar undang-undang    pornografi, di samping merusak moral   Komisi I DPR RI, lanjutnya,
            ini tidak menjadi pasal-pasal karet,   bangsa ternyata ini juga dimanfaatkan   merumuskan diktum-diktum yang
            sehingga diharapkan undang undang   oleh mereka yang memposisikan   memberikan kewenangan sangat
            tersebut memiliki kepastian hukum.   sebagai bisnis baik judi maupun   besar kepada pemerintah untuk
               “Lalu yang lain misalnya terkait   pornografi. “Ini sungguh berbahaya.”   melakukan pengawasan sekaligus
            dengan mengantisipasi berbagai    tekannya.                        mengeksekusi terhadap pelanggaran.
            perilaku menyimpang. Saya            Ia menilai bahwa harus ada langkah   Lalu PSE juga diminta melakukan
            menyebut perilaku menyimpang,     yang sangat maju dari regulasi ini agar   moderasi secara internal.    hal/mh





                 Sesuai pasal 622 ayat 1 huruf r UU KUHP terdapat ketentuan dalam UU ITE
                 yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, antara lain:


                 1. Ketentuan pasal 27 ayat 1 mengenai kesusilaan dan ayat 3 mengenai
                     penghinaan dan pencemaran nama baik.
                 2. Ketentuan pasal 28 ayat 2 mengenai ujaran kebencian berdasarkan SARA.
                 3. Ketentuan pasal 30 mengenai akses ilegal.
                 4. Ketentuan pasal 31 mengenai intersepsi atau penyadapan.
                 5. Ketentuan pasal 36 mengenai pemberatan hukuman karena
                 mengakibatkan kerugian terhadap orang lain.
                 6. Ketentuan pasal 45 ayat 1 ancaman pidana terhadap pelanggaran pasal
                     27 ayat 1 terkait kesusilaan dan ayat 3 mengenai ancaman
                     pidana terhadap pelanggaran pasal 27 ayat 3 terkait penghinaan
                     dan pencemaran nama baik.
                 7. Ketentuan pasal 45 ayat 2 mengenai ancaman pidana terhadap
                     pelanggaran pasal 28 ayat 2 ujaran kebencian berdasarkan SARA.
                 8. Ketentuan pasal 46 mengenai ancaman pidana terhadap pelanggaran
                     pasal 30 terkait akses ilegal.
                 9. Ketentuan pasal 47 mengenai ancaman pidana terhadap pelanggaran
                     pasal 31 terkait intersepsi atau penyadapan, dan
                 10. Ketentuan pasal 51 ayat 2 mengenai ancaman pidana terhadap
                     pelanggaran pasal 36 terkait pemberatan hukuman karena
                     mengakibatkan kerugian terhadap orang lain.





                                                                          TH. 2023     EDISI 226     PARLEMENTARIA        25
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30