Page 8 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 8
EDITORIAL
Tahun Ujian (Lebih
Kompleks) bagi Perbankan
ndustri perbankan Indonesia memasuki perdagangan global, serta disrupsi digital,
2026 dengan lanskap risiko yang berubah termasuk AI dan keamanan siber. Inilah bentuk
lebih cepat dibanding hampir seluruh risiko baru yang tidak mengenal batas negara,
Iperiode satu dekade terakhir. Jika tahun- tidak menunggu rapat Bank Sentral, dan bergerak
tahun sebelumnya dibentuk oleh suku bunga lebih cepat daripada sistem manajemen risiko yang
tinggi, pemulihan pascapandemi, dan kompetisi diwarisi sebagian besar bank dari era pra-digital.
digital, kini bank dihadapkan pada kombinasi Dari sisi global, terlihat risiko yang meningkat
risiko geopolitik, perlambatan ekonomi global, di saat tanda-tanda perlambatan ekonomi global
serta tekanan kebijakan fiskal dan moneter yang semakin jelas. Organisasi Perdagangan Dunia
semakin sulit diprediksi. Singkatnya, dunia (WTO) memangkas proyeksi pertumbuhan
memasuki fase ketidakpastian yang lebih pekat, perdagangan barang 2026 menjadi 1,8 persen, jauh
dan perbankan tidak punya kemewahan untuk di bawah estimasi sebelumnya 2,5 persen. Bank
lengah. Dunia memprediksi harga komoditas global akan
Menurut berbagai lembaga riset internasional, turun signifikan tahun depan, akibat pelemahan
risiko terbesar tahun 2026 tidak lagi berasal permintaan global yang diperburuk oleh berbagai
dari satu sumber Tunggal, entah itu inflasi atau kebijakan tarif pemerintahan Donald Trump.
suku bunga, melainkan dari interaksi simultan Kombinasi tarif baru, pengetatan investasi
antara ketidakstabilan geopolitik, perlambatan asing, dan friksi dagang antara Amerika Serikat,
8 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

