Page 9 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 9

Tiongkok, dan Eropa berpotensi    domestik menambah lapisan risiko   eksponensial. Regulasi OJK mengenai
          memukul ekspor negara-negara      baru. Pemerintah menghadapi defisit   ketahanan digital dan manajemen risiko
          berkembang—termasuk Indonesia.    fiskal melebar, sebagian akibat prioritas   TI akan menjadi instrumen vital untuk
          Bank yang memiliki eksposur besar   pembangunan dan belanja sosial, serta   menjaga kepercayaan publik.
          pada sektor terkait komoditas harus   tekanan dari gelontoran dana Rp200   Dalam lingkungan seperti ini, bank
          menyesuaikan portofolio pembiayaannya   triliun yang harus dikelola dengan   yang bertahan bukanlah yang terbesar,
          dengan cepat.                     cermat dalam konteks stabilitas makro.  tetapi yang paling adaptif. Beberapa
            Namun gejolak global 2026 tidak    Bagi sektor perbankan, implikasinya   langkah strategis menjadi keharusan.
          berhenti di sana. Jika pada 2023–2024   jelas. Di antaranya ada risiko potensi   Pertama adalah penguatan penyangga
          dunia waspada terhadap inflasi AS, kini   kenaikan imbal hasil obligasi negara,   likuiditas. Bank harus mengantisipasi
          perhatian global tertuju pada stabilitas   persaingan memperebutkan likuiditas,   volatilitas pasar obligasi dan suku bunga
          politik AS. Pemerintahan Trump yang   dan meningkatnya sensitivitas bank   global. Pengelolaan gap maturitas, stress
          agresif menarik tali fiskal—ditambah   terhadap risiko suku bunga.   test likuiditas, dan hedging harus menjadi
          ancaman government shutdown          Di saat yang sama, regulator di sektor   bagian dari agenda harian, bukan sekadar
          berulang—membuat bank sentralnya   jasa keuangan melangkah gesit. OJK   laporan tahunan.
                                                                                  Kedua, manajemen risiko geopolitik.
          Kombinasi risiko geopolitik, perlambatan                             Perbankan perlu memperbarui
          perdagangan, tekanan fiskal, dan transformasi                        peta risiko sektor dan wilayah,
                                                                               memperhitungkan skenario geopolitik
          digital mungkin membuat 2026 tampak suram.                           negatif, termasuk potensi penurunan
          Namun bagi bank yang mampu membaca arah                              permintaan komoditas dan pelemahan

          angin, tahun depan justru bisa menjadi tahun                         perdagangan global.
                                                                                  Ketiga, modernisasi digital dan
          diferensiasi.                                                        keamanan siber. Investasi pada AI,
                                                                               digital core, dan cybersecurity tidak lagi
          berada dalam posisi sulit. Bisa jadi   sedang menyelesaikan fase pertama   pilihan, tetapi syarat mutlak. Bank yang
          The Fed harus menyiapkan kebijakan   Roadmap Pengembangan Perbankan   gagal mengelola risiko digital berada satu
          tak biasa untuk menstabilkan pasar   Indonesia (RP2I) 2020–2025, dan pada   serangan siber lagi dari krisis reputasi.
          keuangan sembari bersiap menghadapi   2026 akan meluncurkan Roadmap tahap   Kombinasi risiko geopolitik,
          kebijakan fiskal yang tidak terduga.  kedua, selaras dengan RPJMN 2025–  perlambatan perdagangan, tekanan
            Sebagian analis memperkirakan bank   2029. Agenda itu mencakup penguatan   fiskal, dan transformasi digital mungkin
          sentral global akan sedikit lebih dovish,   ketahanan digital, akselerasi transformasi   membuat 2026 tampak suram. Namun
          bukan karena optimisme, tetapi demi   teknologi, modernisasi manajemen   bagi bank yang mampu membaca arah
          menahan dampak kekacauan kebijakan   risiko, dan penguatan integritas data.   angin, tahun depan justru bisa menjadi
          fiskal AS terhadap pasar obligasi dan nilai   Bagi bank, roadmap ini bukan sekadar   tahun diferensiasi. Tantangan global
          tukar. Sinyal-sinyal ini membuat pasar   dokumen. Ini adalah kompas yang akan   dapat membuka ruang bagi konsolidasi,
          keuangan diprediksi lebih bergejolak,   menentukan arah industri di tengah   integrasi digital lebih cepat, dan
          mendorong bank-bank di Indonesia   badai risiko global.              reformasi manajemen risiko yang lebih
          untuk memperkuat penyangga likuiditas   Risiko lain yang tidak bisa dinaifikan   modern.
          dan memperhitungkan risiko pasar   dan dianggap remeh adalah risiko     Tantangannya besar, tetapi
          secara konservatif.               teknologi dan siber. Dengan akselerasi   peluangnya juga besar. Tahun 2026 akan
            Jika lingkungan global membuat   adopsi AI, risiko model risk, serangan   menjadi ujian sekaligus pembuktianbagi
          bank lebih berhati-hati, kondisi   siber, dan kebocoran data meningkat   industri perbankan nasional. *


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 9
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14