Page 39 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 39
gagal di suatu daerah yang saya ketahui, Satu yang menjadi kesamaan dan harus dipastikan
terbukti tidak ada kepanikan dan sampai ke masyarakat: seperti halnya nasabah
kekhawatiran dari deposan sama sekali.
Bahkan saat itu sekelompok deposan bank, pemegang polis tidak perlu khawatir
dengan santai melontarkan pertanyaan bahwa polisnya akan hilang ketika perusahaan
“kapan LPS masuk?”. Itu artinya asuransinya bangkrut atau mengalami gagal bayar.
masyarakat sudah mengetahui pada
saat terjadi likuidasi masyarakat hanya
tinggal menunggu proses yang dijalankan Penjaminan polis ini pastinya berbeda dengan jenis asuransi yang berbeda-beda.
LPS sehingga deposan bisa mendapatkan dengan penjaminan simpanan. Bank Sehingga keyakinan masyarakat untuk
kembali simpanan nya secara utuh. produknya relatif homogen, sementara tetap memegang polis pada jenis asuransi
Proses sosialisasi yang efektif ini produk asuransi mempunyai variasi yang apapun tetap terjaga. Kepercayaan
membuat kehadiran LPS dibutuhkan dan kompleks. masyarakat inilah yang menjadi tujuan
sebagai jaminan ketenangan sehingga Namun demikian satu yang menjadi utama program penjaminan polis.
deposan tidak perlu panik menarik kesamaan dan harus dipastikan sampai Dengan diangkatnya peran LPS
simpanannya di bank (bank run). Contoh ke masyarakat: seperti halnya nasabah dalam penjaminan polis asuransi, kita
nyata, ketika terjadi krisis pada salah bank, pemegang polis tidak perlu dapat berharap bahwa industri ini akan
bank satu bank di Amerika Serikat khawatir bahwa polisnya akan hilang tumbuh lebih kuat dan lebih tangguh.
tahun 2023 yaitu Sovereign Valley Bank ketika perusahaan asuransinya bangkrut Bukan hanya untuk melindungi nasabah,
(SVB), tidak sedikitpun ada kekawatiran atau mengalami gagal bayar. LPS akan tetapi juga untuk memastikan bahwa
terjadinya ‘bank run’ pada perbankan memberikan jaminan dengan nilai sektor keuangan Indonesia tetap
Indonesia. tertentu atau bisa mengalihkan program berimbang dan berkelanjutan, siap
Kembali kepada peran baru LPS penjaminannya ke perusahaan asuransi menghadapi tantangan di masa depan.
dalam penjaminan polis yang akan lainnya. Dengan dukungan dan kolaborasi yang
dijalankan pada 2028, waktu itu Sosialisasi ke masyarakat bisa solid antara LPS, otoritas, dan pemangku
sesungguhnya tidak lama lagi. Oleh dilakukan untuk menggambarkan peran kepentingan lainnya, kita dapat
karena itu, dalam dua tahun ke depan secara umum sebagai fungsi Lembaga membangun fondasi yang lebih kuat
ini, kegiatan sosialisasi dan literasi penjamin. Atau bisa dilakukan sosialisasi untuk pertumbuhan industri asuransi di
memegang peranan sangat penting. secara khusus kepada nasabah-nasabah Indonesia.*
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 39

