Page 38 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 38
Peran LPS Menguatkan
Industri Asuransi
Oleh Lana Soelistianingsih, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
ndang-undang Kinerja asuransi di tahun-tahun sebelumnya
Pengembangan juga masih belum menggambarkan perkembangan
Udan Penguatan industri yang menggembirakan. Secara umum,
Sektor Keuangan (P2SK), kinerja asuransi masih relatif jauh di bawah
yang ditandatangani industri perbankan yang masih menjadi pilar
pada 12 Januari 2023, utama dari sektor keuangan.
menandai langkah Nah, di sinilah pentingnya kehadiran UU P2SK.
penting bagi sektor Undang-undang yang mengamanatkan mandat
keuangan Indonesia, baru LPS sebagai penjamin pemegang polis ini
khususnya bagi Lembaga adalah langkah strategis untuk memperkuat
Penjamin Simpanan industri asuransi.
(LPS). Dalam undang- Kehadiran Program Penjamin Polis
undang yang sering disebut sebagai omnibus law (PPP) dipercaya akan menguatkan bahkan
ini, LPS diberikan mandat baru sebagai penjamin memperbesar industri asuransi sebagai bagian
pemegang polis asuransi, yang akan mulai berlaku dari pengembangan dan penguatan sektor
pada 1 Januari 2028. Dengan demikian, LPS tidak keuangan. Studi yang dilakukan oleh Siregar
hanya berfokus pada simpanan bank, tetapi juga dan Ronaldo (2022) yang berjudul ‘Dissecting
berkomitmen untuk melindungi nasabah asuransi Indonesia’s Insurance Demand’, menemukan
di tengah gejolak di industri ini. bahwa permintaan produk-produk asuransi
Kekhawatiran terhadap produk asuransi masih stagnan, disebabkan rendahnya literasi dan
semakin meningkat setelah beberapa perusahaan pendapatan masyarakat, urbanisasi, supply chain,
asuransi terkemuka mengalami kebangkrutan preferensi konsumen dan kepercayaan publik.
dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2000,
setidaknya tujuh perusahaan asuransi, termasuk Tantangan LPS
dua perusahaan asing, mengalami kegagalan Namun demikian perjalanan LPS dalam
besar. Meskipun dua perusahaan asing berhasil meningkatkan kesadaran dan kepercayaan publik
pulih melalui restrukturisasi, kejatuhan rekan- tidaklah instan. Dalam survei yang dilakukan dari
rekan mereka telah melahirkan ketidakpercayaan tahun 2022 hingga 2025, tingkat pengetahuan
yang meluas terhadap sektor asuransi, meskipun masyarakat tentang LPS sebagai lembaga penjamin
sektor ini merupakan salah satu pilar utama dalam simpanan bank meningkat dari sekitar 50 persen
ekosistem keuangan. menjadi 68 persen.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kenaikan ini mencerminkan betapa pentingnya
per November 2025, total aset perusahaan asuransi kegiatan sosialisasi dan edukasi yang intensif.
di Indonesia mencapai Rp1.194,6 triliun, dengan Masyarakat yang mengetahui keberadaan program
pendapatan premi asuransi komersial mencapai penjaminan ini menjadi salah satu modal non
Rp297,88 triliun. Sayangnya, ini menunjukkan moneter yang nilainya sangat besar bahkan bisa
pertumbuhan tipis jika dibandingkan dengan tahun melebihi nilai moneternya sendiri.
sebelumnya. Pada suatu kasus terkait penanganan bank
38 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

