Page 33 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 33
lebih nyaman. Organisasi terlihat stabil,
sampai tiba-tiba berhadapan dengan
guncangan. Di titik ini, masalahnya
bukan lagi teknis. Ia menjadi masalah
budaya kepemimpinan.
Loyalitas Semu
Salah satu sumber kegagalan paling
konsisten dalam organisasi besar adalah
loyalitas yang salah arah. Loyalitas Konsep kepemimpinan berevolusi menuju apa yang
kepada atasan sering kali mengalahkan semakin sering disebut sebagai kepemimpinan yang
loyalitas kepada nilai, hukum, dan
organisasi itu sendiri. Bawahan yang berani dan terbuka terhadap koreksi dan perbaikan
“setia” berlomba melindungi pemimpin (corrective courage). Bukan kepemimpinan yang ingin
dari kabar buruk, sementara pemimpin terlihat selalu benar.
justru makin terisolasi dari realitas.
Sejarah politik Amerika Serikat Bagi saya pemain utama skandal pura memiliki semua jawaban. Ia
memberikan ilustrasi klasik. John Dean, Watergate era Nixon bukanlah ‘Deep dibangun di atas tiga kualitas yang jarang
penasihat hukum Presiden Richard Throat’ namun John Dean, dan kisahnya dipuji secara terbuka, tetapi dinilai
Nixon, awalnya adalah pendukung bukan sekadar drama moral. Ia adalah secara diam-diam: kejelasan, koherensi,
fanatik. Dalam skandal Watergate, ia studi tentang bagaimana loyalitas semu dan keberanian untuk bertindak di
terlibat dalam upaya menutupi kesalahan mempercepat kehancuran organisasi, bawah ketidakpastian.
pemerintahan. Loyalitasnya bersifat dan bagaimana keberanian untuk Kejelasan berarti mengakui risiko
personal dan politis—bukan institusional. dikoreksi—bahkan terlambat—dapat tanpa dikurangi kadarnya demi
Dean tidak sendirian; ia bagian dari menghentikan kerusakan yang lebih menyenangkan orang lain. Koherensi
sistem yang lebih besar, di mana diam luas. berarti menyelaraskan kata-kata dengan
dianggap aman dan koreksi dianggap Dalam periode ekonomi modern, alokasi sumber daya dan keputusan
pengkhianatan. pasar cenderung memuja kepemimpinan nyata. Keberanian berarti mengambil
Namun Dean akhirnya melakukan visioner: narasi besar, janji berani, dan tindakan korektif, bahkan ketika hal
sesuatu yang jarang terjadi di pusat target agresif. Namun dalam periode itu tidak populer atau mengancam
kekuasaan: ia berhenti menutup ketidakpastian, gaya ini sering menjadi kenyamanan internal.
kesalahan. Dalam kesaksiannya beban. Investor menjadi skeptis terhadap Sejatinya organisasi besar tidak
di hadapan Senat pada 1973, Dean optimisme yang tidak ditopang realitas. membutuhkan pemimpin yang bebas
mengungkap bagaimana penutupan Di sinilah konsep kepemimpinan dari kesalahan. Mereka membutuhkan
sistematis atas pelanggaran kecil berevolusi menuju apa yang semakin pemimpin yang menciptakan sistem
berkembang menjadi konspirasi sering disebut sebagai kepemimpinan di mana kesalahan tidak perlu
besar. Keputusannya itu memang yang berani dan terbuka terhadap koreksi disembunyikan. Karena organisasi yang
menghancurkan karier dan reputasinya, dan perbaikan (corrective courage). sehat bukanlah yang selalu terlihat
tetapi justru menyelamatkan prinsip Bukan kepemimpinan yang ingin terlihat kompak, tetapi yang di dalamnya
yang lebih fundamental: integritas selalu benar. terdapat keberanian untuk berbeda
institusi dan supremasi hukum. Kepemimpinan ini tidak berpura- pendapat demi kebenaran.*
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 33

