Page 31 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 31
Tantangan
meningkatkan ICOR
meliputi birokrasi
investasi terhadap rumit, regulasi tumpang PDB yang lebih kecil. teknologi, sambil menjaga kepastian
PDB sebesar 30-an tindih, tingginya Kemudian, hukum relatif tinggi bagi investor asing.
persen, ICOR Vietnam biaya logistik, dan struktur ekspor dan Indonesia memang meningkatkan
pada 2024 berada pada infrastruktur belum integrasi global investasi melalui Omnibus Law dan insentif
angka 5,72 (https:// merata. Diperlukan Vietnam menjadikan hilirisasi, tetapi masih menghadapi
baodauthau.vn/). Angka reformasi struktural pertumbuhan Vietnam masalah klasik seperti ketidakpastian
ini di bawah Indonesia untuk menurunkan sejak satu dekade regulasi, biaya logistik tinggi, serta
yang masih berada di ICOR ke level 4 agar terakhir sangat ditopang birokrasi dan governance yang menekan
atas 6 persen (Gambar target pertumbuhan ekspor manufaktur produktivitas modal, sehingga ICOR
2). Berapa pembeda bernilai tambah cenderung lebih tinggi.
antara vietnam dan 8 persen lebih dari perusahaan Persoalannya tidak berhenti di
Indonesia adalah efisiensi realistis. multinasional yang sisi domestik. Dari sisi eksternal, 2026
investasi, struktur ekspor memindahkan basis justru bukan momentum ekspor sebagai
dan integrasi global, iklim usaha serta produksi ke sana, sehingga investasi mesin baru, melainkan babak baru
komposisi ekonomi domestik, konsumsi vs langsung mengangkat kapasitas ekspor pengetatan ruang ekspor Indonesia.
investasi produktif. dan produktivitas. Di Indonesia, ekspansi Tarif resiprokal dan ketegangan dagang
Vietnam mampu mengonversi masih sangat bertumpu pada komoditas di bawah administrasi Trump, koreksi
tambahan kapital menjadi output dengan primer dan hilirisasi yang masih awal, harga komoditas energi, kawasan ASEAN
ICOR yang lebih rendah dibanding dengan konten teknologi lebih rendah yang memanas, serta kompetisi produk
Indonesia, terutama di sektor manufaktur dan keterhubungan yang terbatas ke manufaktur berbiaya rendah membuat
berorientasi ekspor seperti elektronik, rantai pasok global, sehingga dampak ekspor Indonesia diperkirakan bergerak
perangkat listrik, dan tekstil. Di Indonesia, pengganda terhadap PDB dan tenaga lebih lambat dibanding beberapa tahun
porsi besar investasi mengalir ke sektor kerja lebih kecil. sebelumnya. Hal ini menjadikan ekonomi
dengan produktivitas relatif rendah atau Dari sisi institusi, Vietnam secara 2026 tidak akan kalah jauh dari 2025
berbiaya tinggi (infrastruktur yang mahal, agresif menggunakan kebijakan zona ditambah tekanan fiskal yang masih sama
ekstraktif, dan properti), sehingga “setiap industri, insentif fiskal, dan reformasi berupa kebutuhan pelunasan pokok utang
1 poin investasi” menghasilkan tambahan regulasi untuk menarik FDI padat dan bunga.*
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 31

