Page 26 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 26
agaimana Anda menilai
penugasan LPS dalam
Bmembangun program
penjaminan polis asuransi?
Saya sering bilang ini déjà vu. Dua
puluh tahun lalu, kami mempersiapkan
program penjaminan simpanan di
perbankan. Setelah itu saya sempat
cooling off, berkiprah di sektor swasta—
masih di sektor keuangan—dan sekarang
kembali lagi ke LPS untuk membangun
program yang baru: penjaminan polis
asuransi.
Situasinya mirip, tetapi tantangannya
berbeda. Setiap kali membangun
program baru, selalu ada tantangan.
Namun kami relatif tidak terlalu “shock”
karena sudah punya pengalaman
membangun satu sistem penjaminan
sebelumnya. Itu modal yang sangat
penting.
Mengapa LPS selalu bicara aset?
Dalam setiap paparan publik, LPS
memang selalu memulai dengan kondisi
FERDINAN D. PURBA aset. Mengapa itu penting? Ini bukan
Anggota Dewan Komisioner LPS pamer, bukan flexing. Update aset adalah
cara kami membangun kepercayaan
Bidang Program Penjaminan Polis publik. LPS mengelola dana publik,
sehingga publik perlu yakin bahwa kapan
Industri Asuransi pun terjadi sesuatu di sektor perbankan
atau asuransi, secara kapasitas keuangan
kami siap.
Saat ini total aset LPS sekitar Rp273
Masih Struggling triliun. Dalam kondisi normal, angka ini
besar. Tapi dalam situasi krisis, angka
itu bisa terasa tidak besar. Karena itu
yang penting bukan hanya jumlah, tetapi
bagaimana aset itu dikelola.
Hampir 95 persen aset LPS berada
Selama dua dekade terakhir, Lembaga Penjamin pada instrumen yang likuid, siap
Simpanan (LPS) dikenal publik sebagai benteng terakhir digunakan kapan saja untuk menjalankan
kepercayaan di sektor perbankan. Kini, lembaga tersebut fungsi terberat sekalipun. Ini
bersiap memasuki babak baru untuk mengemban mandat menunjukkan bagaimana kepercayaan
publik dikelola secara prudent.
penjaminan polis di sektor asuransi. Anggota Dewan Dari sisi surplus, kinerja kami relatif
Komisioner LPS, Ferdinan D. Purba, kembali ke titik baik dan konsisten tumbuh. Menariknya,
komposisi pendapatan kini semakin
yang mengingatkannya pada masa awal pendirian LPS seimbang: sekitar 50 persen dari premi
pascakrisis 1998—kali ini untuk membangun program dan 50 persen dari hasil investasi. Ini
penjaminan polis asuransi. menunjukkan bahwa investasi dilakukan
secara prudent, tetapi tetap memberikan
Dalam wawancara berikut, Ferdinan berbicara tentang imbal hasil yang sehat.
Dari sisi beban, yang paling
déjà vu membangun sistem baru, kesiapan keuangan menonjol masih beban administrasi dan
LPS, tantangan industri asuransi, hingga makna strategis konsekuensi investasi seperti pajak.
penjaminan polis bagi stabilitas sektor keuangan nasional. Beban resolusi masih sangat kecil. Ini
Wawancara ini dilakukan dalam forum temu media LPS di kabar baik, tetapi sekaligus menunjukkan
bahwa struktur keuangan LPS belum
Bandung, Jawa Barat belum lama ini. benar-benar teruji oleh tekanan resolusi
26 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

