Page 25 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 25
OJK menegaskan
konsolidasi tidak
sendiri, dan tidak semua penggabungan perlindungan terakhir bagi pemegang boleh berhenti pada
menjamin keberhasilan. Tetapi dalam polis ketika perusahaan asuransi gagal,” aspek finansial. Tanpa
pandangan regulator, konsolidasi yang ujarnya. perbaikan tata kelola,
sehat adalah harga yang harus dibayar Dalam rancangan awal, LPS penggabungan
demi industri yang lebih stabil. memproyeksikan lebih dari 90 persen perusahaan
jumlah polis nasional akan masuk justru berpotensi
Jaring Pengaman dalam cakupan penjaminan. Namun memperbesar risiko.
Di atas seluruh upaya penguatan dari sisi nilai, kewajiban yang dijamin
struktural tersebut, negara menyiapkan diperkirakan berada di kisaran 60–70
satu instrumen penting untuk persen dari total nilai polis. Struktur
menjaga kepercayaan publik: Program ini sengaja dipilih untuk melindungi
Penjaminan Polis (PPP) yang akan mayoritas masyarakat tanpa menciptakan
dijalankan Lembaga Penjamin Simpanan beban berlebihan atau moral hazard.
(LPS). Skema ini dirancang bukan Soal besaran nilai polis yang dijamin,
sebagai solusi utama persoalan industri, Purba menjelaskan bahwa angka final
melainkan sebagai jaring pengaman masih dalam pembahasan kebijakan.
terakhir bagi pemegang polis. Sejumlah simulasi mengemuka dengan
Anggota Dewan Komisioner LPS kisaran batas penjaminan antara Rp500
Ferdinan D. Purba menegaskan bahwa juta hingga Rp1 miliar per pemegang
penjaminan polis ditempatkan sebagai polis. Menurutnya, rentang tersebut
last resort. “Penjaminan polis bukan dinilai cukup untuk melindungi polis
untuk menggantikan pengawasan ritel yang mendominasi pasar asuransi
atau tata kelola industri. Ini adalah Indonesia. *
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 25

