Page 20 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 20

Hal ini menunjukkan industri kita masih   Biaya Sistemik
                                            dangkal dalam menahan risiko besar    Dominasi reasuransi asing
                                            sendiri.                           menciptakan efek berlapis. Selain defisit
                                               Menurut Dody, fenomena itu tidak   neraca jasa, struktur biaya industri
                                            muncul semata-mata oleh pilihan,   asuransi nasional menjadi kurang efisien.
                                            tetapi kebutuhan yang dipicu oleh   Premi yang seharusnya berputar di dalam
                                            eksposur risiko yang besar. Seperti   negeri—menjadi investasi, pajak, dan
                                            proyek infrastruktur, energi dan risiko   lapangan kerja—berubah menjadi arus
                                            katastrofik yang memerlukan kapasitas   keluar devisa.
                                            finansial besar, yang belum bisa dipenuhi   Dalam jangka panjang, kondisi ini
                                            oleh reasuradur lokal.             menghambat pembentukan “modal
                                               Aliran premi reasuransi yang    pengetahuan” domestik. Tanpa retensi
                                            substansial ke luar negeri pada akhirnya   risiko yang memadai, industri lokal
                                            berkontribusi pada arus devisa keluar.   sulit membangun basis data, keahlian
                                            Jika dilihat dari perspektif ekonomi   aktuaria, dan model risiko yang
                                            makro, hal itu bukan sekadar angka,   dibutuhkan untuk naik kelas.
                                            tetapi berarti potensi hilangnya nilai   Di titik ini, isu reasuransi
                                            tambah ekonomi Indonesia. Alih-alih   bersinggungan langsung dengan agenda
                                            uang yang berputar dan berdampak   stabilitas sistem keuangan—wilayah
                                            pada investasi atau penciptaan lapangan   yang juga menjadi perhatian Lembaga
                                            kerja domestik, dana itu justru masuk ke   Penjamin Simpanan (LPS). LPS memang
          Suwandi, Direktur Eksekutif       neraca pendapatan entitas asing.   belum secara langsung menjamin polis
          Surveilans, Data, dan Pemeriksaan    Masalah utamanya terletak pada   asuransi, tetapi mandat barunya dalam
          Asuransi LPS                      struktur industri. Hingga akhir 2025, aset   penjaminan polis menempatkan isu ini
                      Jika industri         reasuransi domestik hanya sekitar 4–5   dalam konteks yang lebih luas. Sistem
                                                                               penjaminan polis tidak dapat berdiri di
                                            persen dari total aset industri asuransi
                   asuransi tidak           nasional,  dengan jumlah pemain    atas industri yang rapuh secara struktur.
             memiliki kapasitas             reasuransi murni yang dapat dihitung   kapasitas risiko yang memadai, maka
                                                                                  “Jika industri asuransi tidak memiliki
                                            dengan jari. Ketimpangan ini kontras
                        risiko yang         dengan kebutuhan pasar yang semakin   risiko sistemiknya meningkat,” ujar
                 memadai, maka              kompleks.                          Suwandi, Direktur Eksekutif Surveilans,
                                               Eksposur risiko Indonesia bukan
             risiko sistemiknya             lagi sekadar properti ritel atau   Data, dan Pemeriksaan Asuransi LPS.
                                                                               Menurutnya, rendahnya penetrasi
                       meningkat.           kendaraan bermotor. Industri kini harus   asuransi yang angkanya sekitar 1,4 persen
                       Rendahnya            menanggung risiko energi, proyek EPC,   dari PDB, jauh di bawah Malaysia dan
                                                                               Thailand, berkorelasi dengan basis premi
                                            bencana alam, dan perubahan iklim.
             penetrasi asuransi             Risiko –risiko ini masuk kategori yang   yang lemah dan kapasitas industri yang
                  yang angkanya             menuntut kapasitas modal besar, data   terbatas.
                                                                                  Bagi LPS, penguatan reasuransi
                                            historis panjang, dan aktuaria dengan
                         sekitar 1,4        spesialisasi tinggi.               domestik bukan sekadar isu industri,
                                               Ketika kapasitas lokal tidak memadai,
               persen dari PDB,             perusahaan asuransi kehilangan posisi   melainkan prasyarat agar skema
                                                                               penjaminan polis dapat berjalan
           berkorelasi dengan               tawar. Reasuransi asing menjadi satu-  berkelanjutan tanpa menciptakan moral
               basis premi yang             satunya pintu, dan harga premi—beserta   hazard.
                                            syaratnya—ditentukan dari luar negeri.
                                                                                  OJK bukannya tidak menyadari
          lemah dan kapasitas               “Reasuransi itu bukan hanya soal modal,   dilema ini. Di satu sisi, reasuransi asing
                    industri yang           tapi soal pengalaman dan data risiko   tidak bisa serta-merta dibatasi karena
                                                                               menyangkut manajemen risiko. Di
                                            jangka panjang,” kata Budi Herawan,
                          terbatas.         Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum   sisi lain, ketergantungan berlebihan
                                            Indonesia (AAUI). “Untuk risiko    melemahkan kemandirian industri.
                                            infrastruktur dan katastrofik, kita masih   Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif
                                            sangat bergantung pada pasar global.”  Pengawas Perasuransian OJK,


         20   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI    www.stabilitas.id
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25