Page 19 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 19

kapasitas domestik yang memaksa
                                            industri menyerahkan risiko sekaligus
                                            premi kepada reasuradur asing.
                                               Reasuransi pada dasarnya adalah
                                            mekanisme sehat. Di seluruh dunia,
                                            ia berfungsi sebagai bantalan risiko,
                                            memungkinkan perusahaan asuransi
                                            menanggung risiko besar tanpa
                                            mengorbankan stabilitas keuangan.
                                            Namun di Indonesia, reasuransi
                                            berubah dari strategi menjadi keharusan
                                            struktural. Ketika porsi reasuransi
                                            terlalu dominan bukan karena
                                            perhitungan bisnis, melainkan karena
                                            keterbatasan modal, minimnya aktuaria
                                            berpengalaman, dan eksposur risiko
                                            berskala jumbo, maka masalahnya bukan
                                            lagi teknis melainkan sistemik.
                                               Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
                                            menunjukkan bahwa sepanjang 2024
                                            sekitar 40,2 persen premi reasuransi
                                            nasional dialihkan ke luar negeri,   Dody Achmad Sudiyar
                                            meningkat dari sekitar 34,8 persen pada   Dalimunthe, Direktur Utama
                                            2022. Artinya, hampir separuh nilai   PT Asuransi Asei Indonesia
                                            risiko yang diasuransikan di Indonesia   Ini bukan soal
                                            pada akhirnya menjadi pendapatan
                                            perusahaan reasuransi global.         keberanian industri
                                               Dampaknya nyata secara             nasional, tetapi
                                            makroekonomi. OJK mencatat defisit
                                            neraca jasa reasuransi mencapai       soal keterbatasan
                                            sekitar Rp12,1 triliun pada 2024, dan   kapasitas. Kapital
                    ampir semua orang       tren ini berlanjut hingga 2025 seiring
                    mungkin sudah pernah    meningkatnya nilai pertanggungan      dan kemampuan
                    mendengar betapa        proyek strategis nasional. Setiap proyek   reasuransi
          HIndonesia adalah negara          jalan tol, pembangkit listrik, kilang, atau
          yang memiliki potensi besar di hampir   pelabuhan berskala besar membawa   domestik belum
          semua bidang. Termasuk di sektor   konsekuensi devisa keluar—bukan karena   cukup untuk
          asuransi. Dengan ekonomi yang terus   industri lokal tidak ingin menahan
          berkembang dan kebijakan pemerintah   risiko, tetapi karena tidak mampu secara   menahan risiko
          yang makin massif, tak pelak sektor ini   kapasitas.                    besar, sehingga
          akan menjadi pemain penting yang sulit   “Ini bukan soal keberanian industri   porsi reasuransi ke
          diabaikan.                        nasional, tetapi soal keterbatasan
            Namun di balik deretan proyek   kapasitas,” ujar Dody Achmad Sudiyar   luar negeri terus
          infrastruktur bernilai ratusan triliun   Dalimunthe,  Direktur Utama PT   meningkat.
          rupiah dan ekspansi sektor energi   Asuransi Asei Indonesia. “Kapital dan
          nasional, industri asuransi Indonesia   kemampuan reasuransi domestik belum
          menyimpan paradoks yang kian sulit   cukup untuk menahan risiko besar,
          diabaikan. Premi terus tumbuh, nilai   sehingga porsi reasuransi ke luar negeri
          pertanggungan meningkat, tetapi   terus meningkat.”
          manfaat ekonominya justru bocor ke luar   Porsi reasuransi ke luar negeri terus
          negeri. Penyebabnya bukan kegagalan   meningkat dari 34,8 persen pada 2022
          konsep, melainkan keterbatasan    menjadi sekitar 40 persen pada 2024.


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 19
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24