Page 15 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 15
diposisikan sebagai core engine pencetak
laba, melainkan sekadar pelengkap
ekosistem—penunjang cross-selling
bagi bank, multifinance, atau manajer
investasi di dalam grup.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
memang menunjukkan bahwa secara
agregat industri asuransi Indonesia
masih tumbuh. Hingga pertengahan
2025, total aset sektor perasuransian,
penjaminan, dan dana pensiun telah
menembus lebih dari Rp1.160 triliun. Di
dalamnya, asuransi jiwa dan asuransi
umum menjadi kontributor utama.
Namun dari sisi bisnis inti, laju
pertumbuhan premi masih tergolong
moderat. Sebagai gambaran, aset industri
asuransi mencapai Rp1.192,11 triliun atau
naik 5,16 persen yoy per Oktober 2025.
Dari sisi asuransi komersial, total aset
tercatat sebesar Rp970,98 triliun atau
mencatat pertumbuhan 6,23 persen yoy. Sumarjono, Kepala Departemen
Kinerja asuransi komersial berupa Pengawasan Asuransi dan Jasa
pendapatan premi pada periode Januari- Penunjang, OJK
Oktober 2025 sebesar Rp272,78 triliun, Kalau kita lihat,
atau tumbuh 0,42 persen yoy, terdiri dari
premi asuransi jiwa yang terkontraksi kita saat ini adalah
sebesar 1,11 persen yoy dengan nilai di angka mungkin
sebesar Rp148,86 triliun, dan premi
asuransi umum dan reasuransi tumbuh sekitar 5 persen
2,33 persen yoy dengan nilai sebesar sekian ya kalau
i atas kertas, konglomerasi Rp123,92 triliun.
keuangan Indonesia Perbedaan ritme pertumbuhan ini dibanding PDB,
tampak perkasa. Neraca memperkuat kesan bahwa asuransi aset asuransi kita.
Dgrup usaha perbankan dan belum menjadi prioritas utama dalam
jasa keuangan membengkak oleh aset strategi ekspansi grup usaha besar. Dan kita harus
triliunan rupiah, likuiditas longgar, dan Padahal menurut Kepala Departemen menuju ke angka
akses pendanaan yang relatif murah. Pengawasan Asuransi dan Jasa
Namun jika menengok lebih dalam ke Penunjang, OJK Sumarjono, dalam 20 persen di
anak-anak usaha di sektor asuransi, RPJMN 2025-2045 yang disusun Indonesia emas.
potret yang muncul justru kontras. pemerintahan Prabowo Subianto, sektor
Banyak perusahaan asuransi yang berada keuangan termasuk asuransi ditetapkan
di bawah payung konglomerasi besar sebagai motor pendalaman intermediasi
beroperasi dengan permodalan yang dan peningkatan produktivitas nasional.
tipis. Mereka memang terlihat cukup “Kalau kita lihat, kita saat ini adalah
untuk memenuhi ketentuan regulator, di angka mungkin sekitar 5 persen sekian
tetapi jauh dari ideal sebagai mesin ya kalau dibanding PDB, aset asuransi
pertumbuhan bisnis jangka panjang. kita. Dan kita harus menuju ke angka 20
Paradoks inilah yang kini menjadi persen di Indonesia emas,” kata Marjono
sorotan regulator, analis, dan pelaku dalam sebuah acara, 22 Desember 2025.
industri. Dalam struktur konglomerasi, Selain itu, dari sisi ukuran-ukuran
bisnis asuransi sering kali tidak yang ditetapkan, industri asuransi
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 15

