Page 17 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 17

margin internal karena premi reasuransi
          harus dibayar ke luar negeri.
            Dari sisi regulasi, sejumlah ekonom
          menilai ambang modal minimum
          asuransi Indonesia masih relatif rendah.
          Reza Yamora Siregar, Chief Economist
          Danantara, menyoroti kesenjangan
          ini dibandingkan negara ASEAN
          lain. “Kebutuhan modal minimum
          perusahaan asuransi di Indonesia masih
          di bawah Rp150 miliar. Itu lebih rendah
          dibandingkan Malaysia, Thailand,   Langkah Reformasi
          Filipina, atau Singapura,” ujarnya.  Regulator menyadari bahwa
            Sebagai perbandingan, Filipina   struktur ini tidak bisa dibiarkan stagnan.
          mensyaratkan modal hingga sekitar 22   Dorongan peningkatan modal, penguatan   Permodalan industri
          miliar dollar AS untuk kategori tertentu,   tata kelola, dan integrasi pengawasan   asuransi secara neraca
          sementara Singapura menerapkan    konglomerasi keuangan menjadi agenda   masih solid. Namun
          standar berbasis risiko yang jauh lebih   jangka menengah OJK. Di sisi lain,   OJK terus mendorong
          ketat. Rendahnya ambang modal di   LPS juga tengah mempersiapkan peran   perusahaan untuk
          Indonesia membuat banyak perusahaan   baru dalam skema penjaminan polis   meningkatkan kapasitas
          bertahan dengan bantalan minimal,   asuransi—langkah yang diharapkan dapat   modal.
          tanpa insentif kuat untuk memperbesar   memulihkan kepercayaan publik.
          kapasitas.                           Bagi konglomerasi keuangan,
            Ironisnya, RBC yang terlalu tinggi   tantangannya bersifat strategis: apakah
          pun tidak selalu menandakan efisiensi.   asuransi akan terus diposisikan sebagai
          Modal yang “menganggur” sebagai   pelengkap, atau mulai didorong menjadi
          buffer aman bisa berarti peluang   pilar utama pertumbuhan jangka
          pertumbuhan yang terlewat. Sebaliknya,   panjang?
          sejarah menunjukkan bahwa beberapa   Permintaan proteksi finansial
          perusahaan asuransi pernah mengalami   masyarakat Indonesia terus meningkat,
          fluktuasi RBC ekstrem bahkan negative   seiring naiknya kelas menengah dan
          sebelum akhirnya ditangani regulator.  kompleksitas risiko hidup modern. Jika
            Ini menegaskan bahwa masalahnya   dikelola dengan modal memadai dan
          bukan sekadar besar-kecilnya modal,   tata kelola kuat, asuransi berpotensi
          melainkan bagaimana modal itu     menjadi mesin bisnis yang setara dengan
          dialokasikan dan dikelola.        perbankan.*


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 17
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22