Page 16 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 16

memang masuk kategori aman. Misalnya   erosi kepercayaan. “Sejak 2016 hingga
                                            dari sisi kesehatan yang lazim dilihat dari   2025, sudah ada 19 perusahaan asuransi
                                            Risk Based Capital (RBC), secara agregat   yang dicabut izin usahanya oleh OJK.
                                            angkanya sangat aman. RBC asuransi   Kasus-kasus ini tentu menekan tingkat
                                            jiwa nasional tercatat di atas 400 persen,   kepercayaan masyarakat terhadap
                                            sementara asuransi umum dan reasuransi   industri,” kata Suwandi.
                                            berada di atas 300 persen—jauh        Dalam konteks konglomerasi,
                                            melampaui ambang batas minimum OJK   reputasi grup besar memang memberi
                                            sebesar 120 persen.                perlindungan psikologis. Namun ketika
                                               Namun, angka agregat itu menutupi   anak usaha asuransi bermodal tipis gagal
                                            realitas yang lebih beragam di tingkat   memenuhi kewajiban, dampaknya bisa
                                            perusahaan. Banyak anak usaha asuransi   menjalar ke seluruh ekosistem.
                                            dalam konglomerasi besar hanya        Paradoks ini mencerminkan pilihan
                                            memiliki modal yang “pas-pasan”, sedikit   strategis yang sadar. Dalam banyak
                                            di atas ketentuan minimum. Ruang untuk   konglomerasi keuangan, asuransi tidak
                                            ekspansi agresif, pengembangan produk   diperlakukan sebagai cash cow. Karakter
                                            kompleks, atau penyerapan risiko besar   bisnisnya yang berjangka panjang, penuh
                                            menjadi terbatas.                  ketidakpastian klaim, dan sangat sensitif
                                               Kondisi ini juga tercermin dari   terhadap manajemen risiko membuat
                                            pengawasan regulator. Hingga Juni 2025,   pemilik modal cenderung berhati-hati.
                                            OJK masih menempatkan sejumlah        Premi yang diterima hari ini adalah
                Reza Yamora Siregar, Chief   perusahaan asuransi dalam pengawasan   kewajiban di masa depan. Klaim bisa
                      Economist Danantara   khusus karena masalah ekuitas dan RBC   muncul puluhan tahun kemudian, sering
                                            yang mendekati atau belum memenuhi   kali dipicu oleh peristiwa ekstrem—
                        Kebutuhan           ketentuan.                         bencana alam, krisis kesehatan, atau
                                               Kepala Eksekutif Pengawas
                                                                               gejolak pasar keuangan. Dalam situasi
                modal minimum               Perasuransian, Penjaminan, dan Dana   seperti itu, kebutuhan modal bisa
                      perusahaan            Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono,     melonjak drastis. Alih-alih menyuntik
                                            mengakui tantangan tersebut.
                                                                               modal besar, banyak grup memilih
                        asuransi di         “Permodalan industri asuransi secara   strategi capital efficiency dengan menjaga
            Indonesia masih di              neraca masih solid. Namun kami     modal di batas aman regulator dan
          bawah Rp150 miliar.               terus mendorong perusahaan untuk   mengalihkan sebagian besar risiko ke
                                            meningkatkan kapasitas modal,
                                                                               reasuransi.
                 Itu lebih rendah           melakukan diversifikasi risiko, dan   Di sinilah peran reasuransi
                   dibandingkan             mengoptimalkan investasi agar lebih   menjadi krusial, sekaligus menyingkap
                                                                               keterbatasan industri domestik. Delil
                                            berkelanjutan,” ujarnya dalam beberapa
            Malaysia, Thailand,             kesempatan sepanjang 2025.         Khairat, Direktur Teknik Operasi PT

                     Filipina, atau         Kepercayaan Publik                 Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia
                                                                               Re), menilai modal reasuransi nasional
                        Singapura.             Masalah modal tidak berdiri sendiri.   masih terlalu kecil untuk mendukung
                                            Ia berkelindan dengan krisis kepercayaan   diversifikasi risiko skala besar. “Secara
                                            publik yang belum sepenuhnya pulih   permodalan, reasuransi dalam negeri
                                            akibat serangkaian kasus gagal bayar dan   memang masih rendah. Sangat sulit bagi
                                            keterlambatan klaim dalam satu dekade   kami untuk melakukan diversifikasi
                                            terakhir.                          portofolio dan menyerap risiko dari luar
                                               Suwandi, Direktur Eksekutif     negeri,” ujarnya.
                                            Surveilans, Data, dan Pemeriksaan     Akibatnya, perusahaan asuransi
                                            Asuransi Lembaga Penjamin Simpanan   Indonesia—termasuk yang berada dalam
                                            (LPS), mencatat bahwa penetrasi    konglomerasi besar—masih sangat
                                            asuransi Indonesia masih tertinggal   bergantung pada reasuransi global.
                                            dibandingkan negara ASEAN lain.    Strategi ini memang mampu menjaga
                                            Salah satu penyebab utamanya adalah   stabilitas neraca, tetapi menggerus


         16   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI    www.stabilitas.id
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21