Page 24 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 24

Irvan menekankan  bahwa kegagalan   difokuskan pada lini usaha tertentu.
                                            perusahaan asuransi sering kali bukan
                                            semata persoalan kecukupan modal,   Mengurangi Kerentanan
                                            melainkan kombinasi dari lemahnya     Data OJK menunjukkan sebagian
                                            pengawasan, integritas manajemen,   besar perusahaan asuransi nasional
                                            serta buruknya tata kelola dan     memiliki pangsa pasar relatif kecil,
                                            manajemen risiko. Modal yang besar,   dengan kapasitas   terbatas. Total premi
                                            jika dikelola secara tidak prudent, justru   bruto industri masih kurang dari 2 persen
                                            dapat memperbesar skala kerugian   dari Produk Domestik Bruto (GDP), jauh
                                            ketika terjadi kesalahan pengambilan   di bawah rata-rata negara berkembang
                                            keputusan.                         di Asia yang mencapai sekitar 3,9  persen
                                               Nada kehati-hatian juga disuarakan   dari GDP. Ini menunjukkan skala
                                            pelaku industri. Ketua Umum Asosiasi   pasar yang relatif sempit dan peluang
                                            Asuransi Umum Indonesia (AAUI)     pertumbuhan yang masih besar.
                                            Budi Herawan menilai rencana          Secara global, kontribusi premi
                                            peningkatan modal minimum perlu    asuransi Indonesia terhadap
                                            mempertimbangkan kondisi riil industri.   perekonomian juga rendah, dengan
                                            Saat ini, banyak perusahaan masih   industri berada di peringkat 33 dunia
                                            berjuang memperbaiki kesehatan     berdasarkan penghasilan premi—lebih
                                            keuangan akibat tekanan klaim dan   rendah dibandingkan mayoritas negara
                                            kinerja investasi yang belum pulih   ASEAN besar. Kondisi ini membuat
            Budi Tampubolon, Ketua Dewan    sepenuhnya. “Industri asuransi umum   mereka rentan terhadap lonjakan
             Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa   saat ini tidak dalam keadaan sehat   klaim, volatilitas pasar keuangan, serta
                           Indonesia (AAJI)  sehingga prioritas utama kami adalah   perubahan regulasi seperti penerapan
               Tambahan modal               bagaimana menyehatkan kembali      IFRS 17 yang menuntut transparansi dan
                                            industri tersebut,” kata Budi.
                                                                               ketepatan pencadangan.
                    relevan untuk              Meski demikian, asosiasi industri   Ogi Prastomiyono, dari OJK
                   meningkatkan             tidak menolak arah kebijakan tersebut.   menilai konsolidasi akan memperkuat
                                            Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi
                                                                               perlindungan konsumen. “Perusahaan
                        ketahanan           Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon   yang lebih kuat secara permodalan
                      perusahaan            menyatakan bahwa ketentuan modal   dan tata kelola akan lebih mampu
             menghadapi risiko              minimum yang berlaku saat ini memang   memenuhi kewajiban klaim dan
                                                                               menjaga kesinambungan layanan kepada
                                            telah berjalan belasan tahun. Dalam
          di masa depan. Kami               konteks tantangan yang semakin     pemegang polis,” ujarnya.
                                                                                  Konsolidasi juga membuka ruang
            pada dasarnya bisa              kompleks, tambahan modal dinilai   efisiensi dan inovasi. Perusahaan
                                            relevan untuk meningkatkan ketahanan
                 memahami dan               perusahaan menghadapi risiko di    hasil penggabungan memiliki sumber
           setuju bahwa modal               masa depan. “Kami pada dasarnya bisa   daya lebih besar untuk berinvestasi
                                                                               pada teknologi, memperbaiki proses
                                            memahami dan setuju bahwa modal
             perlu ditingkatkan             perlu ditingkatkan agar perusahaan lebih   underwriting, serta memperluas
               agar perusahaan              tangguh,” ujarnya.                 penetrasi pasar asuransi ke segmen yang
                                               Tampubolon menambahkan,
                                                                               selama ini belum terjangkau.
                  lebih Tangguh.            pihaknya juga membuka dialog dengan   Namun, OJK menegaskan konsolidasi
                                            OJK terkait implikasi lanjutan dari   tidak boleh berhenti pada aspek
                                            kebijakan tersebut. Salah satunya adalah   finansial. Tanpa perbaikan tata kelola,
                                            kemungkinan pengelompokan kegiatan   penggabungan perusahaan justru
                                            usaha berdasarkan modal, sebagaimana   berpotensi memperbesar risiko. Karena
                                            diterapkan di sektor perbankan. Dengan   itu, setiap aksi korporasi tetap berada
                                            skema ini, perusahaan asuransi bermodal   dalam pengawasan ketat regulator. Bagi
                                            lebih besar dapat menjalankan ragam   industri, konsolidasi merupakan ujian
                                            bisnis yang lebih luas, sementara   strategi dan komitmen jangka panjang.
                                            perusahaan dengan modal terbatas   Tidak semua pemain mampu bertahan


         24   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI    www.stabilitas.id
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29