Page 30 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 30
RISET
Rp402,4 triliun dan Rp335 triliun. Gambar 2. Share Capital Investment terhadap PDB
Program ketahanan pangan dan MGB Tahun 2023 ( persen)
diarahkan untuk memastikan suplai
pangan tercukupi yang pada akhirnya
harga pangan terjangkau. Pada saat
bersamaan, MGB menjadi salah satu
penyokong daya beli masyarakat. Bagi
keluarga yang memiliki anak dan duduk di
bangku sekolah, setidaknya mereka bisa
mengalokasikan porsi belanja pangan
untuk jenis belanja lain. Belanja tambahan
dari realokasi belanja pangan keluarga
yang didapatkan dari program MBG, akan
memberikan dampak pengganda di luar
sektor pangan.
Lebih lanjut, struktur APBN 2026 Sumber : www.theglobalecoonmy.com
juga merefleksikan upaya pemerintah
untuk memastikan bahwa pertumbuhan Titik Balik ICOR persen dari PDB; angka yang selama ini
ekonomi tidak hanya tinggi tetapi juga Tahun 2026 harus menjadi belum pernah bisa dipertahankan secara
inklusif dan berkelanjutan. Alokasi momentum titik balik Indonesia menuju konsisten oleh Indonesia dengan kualitas
besar untuk program Makan Bergizi negara dengan pertumbuhan tinggi, institusi dan infrastruktur saat ini.
Gratis (Rp335 triliun), pengembangan setidaknya di atas 5 persen. Di sinilah Dari kalkulasi kasar tersebut, target
desa dan UMKM (Rp181,8 triliun), serta ICOR menjadi kata kunci yang jarang pertumbuhan bisa diterjemahkan menjadi
dukungan kesehatan berkualitas (Rp244 diangkat dalam diskursus outlook bahasa tekanan investasi yang lebih
triliun) menunjukkan kesadaran bahwa ekonomi. Padahal, ICOR menjadi cermin mudah dicerna. Untuk pertumbuhan 6
transformasi ekonomi yang bermakna paling sederhana seberapa mahal harga persen, artinya Indonesia perlu menggeser
memerlukan Kemudian untuk pertumbuhan di rasio investasi dari sekitar 30 persen PDB
penguatan kapasitas Indonesia. Dengan ke kisaran pertengahan 30-an persen, yang
masyarakat di tumbuh 8 persen ICOR sekitar 6,3 pada menuntut bukan hanya tambahan proyek,
lapisan dasar. dengan ICOR 2023—salah satu tetapi penurunan biaya modal, perbaikan
Namun yang tertinggi di Asia tata kelola, dan kepastian regulasi yang
demikian, perlu ada tetap, kalkulasi Tenggara—Indonesia menekan ICOR pelan-pelan ke bawah.
agenda besar untuk sederhana sudah butuh modal jauh Di titik pertumbuhan 7 persen, tuntutan
memastikan bahwa cukup menjelaskan lebih besar untuk investasi melonjak menjadi lebih dari
pertumbuhan membeli satu poin 40 persen PDB dan makin menegaskan
ekonomi dalam absurditasnya: pertumbuhan bahwa tanpa lonjakan efisiensi, ambisi ini
jangka panjang ICOR tetap tinggi, dibandingkan berpotensi mendorong ekonomi ke pola
bisa melebihi tetangga seperti pertumbuhan padat utang dan konsesi,
angka 5 persen, rasio investasi harus Malaysia, Thailand, alih-alih pertumbuhan yang bertumpu
memprioritaskan mendekati 50 persen atau Vietnam yang pada produktivitas.
sektor yang PDB, sementara ekspor angka ICOR-nya Kemudian untuk tumbuh 8 persen
memiliki value berada di kisaran 5. dengan ICOR tetap, kalkulasi sederhana
added tinggi yakni tertekan dan fiskal Jika memakai sudah cukup menjelaskan absurditasnya:
manufaktur. Tidak mulai kehabisan nafas. pendekatan Harrod– ICOR tetap tinggi, rasio investasi harus
bisa dibantah bahwa Domar, kebutuhan mendekati 50 persen PDB, sementara
negara-negara rasio investasi ekspor tertekan dan fiskal mulai
yang memiliki sejarah pertumbuhan (I/Y) untuk mengejar pertumbuhan gg kehabisan nafas. Pada level ini, sasaran
tinggi pernah menjadikan sektor kira-kira I/Y ICOR x g. Dengan ICOR pertumbuhan lebih mirip pernyataan
manufaktur sebagai salah satu penopang 6, pertumbuhan 6 persen menuntut politik dibanding program ekonomi yang
ekonomi, yang berujung pada sumber rasio investasi sekitar 36 persen PDB, bisa dijelaskan dengan angka dan institusi
pertumbuhan yang bertumpu pada pertumbuhan 7 persen menuntut sekitar yang ada.
ekspor bernilai tambah tinggi. 42 persen, dan 8 persen mendekati 48 Meski sama-sama memiliki rasio
30 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

