Page 32 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 32
Leadership
Corrective Courage
Oleh Heru Kristiyana, Direktur Utama LPPI
ndonesia laporan keuangan; mereka membaca sinyal. Dan
memasuki tahun sinyal paling berbahaya adalah organisasi yang
I2026 dengan selalu tampak baik-baik saja.
tantangan ekonomi Pasar modern bergerak oleh keyakinan.
yang semakin dinamis. Keyakinan itu bukan sekadar optimisme,
Di tengah gejolak melainkan ekspektasi bahwa kebijakan, strategi,
geopolitik global yang dan keputusan dijalankan secara koheren dan
arahnya sulit diprediksi, disiplin. Ketika jarak antara narasi resmi dan
kondisi domestik pun realitas operasional melebar, muncullah apa yang
menuntut perhatian dapat disebut sebagai conviction gap: kondisi
serius—terutama ketika di mana fundamental belum runtuh, tetapi
realisasi pendapatan kepercayaan mulai terkikis. Dalam fase inilah
dan belanja negara bergerak di luar ekspektasi. kesalahan kecil menjadi mematikan, bukan karena
Dalam situasi seperti ini, kehadiran pemimpin dampaknya langsung, tetapi karena dorongan
yang mampu membaca persoalan secara jernih kolektif untuk menyembunyikannya.
dan proporsional menjadi semakin krusial. Bukan Ekonom Hyman P. Minsky pernah mencatat
sekadar pemimpin yang pandai membaca angka, paradoks kapitalisme modern bahwa kestabilan
melainkan yang mampu menafsirkan maknanya justru melahirkan ketidakstabilan. Periode panjang
secara mendalam dan berani menarik implikasi tanpa krisis mendorong rasa aman berlebihan.
kebijakan dari sana. Risiko diremehkan, asumsi tidak diuji secara
Bagi pelaku bisnis, yang mengkhawatirkan serius, dan mekanisme peringatan dini melemah.
bukanlah angka-angka itu sendiri, melainkan Ketika tekanan akhirnya muncul, sistem tidak
respons pengambil kebijakan yang tampak siap. Bukan karena ia tidak siap namun karena
bergeming dan tetap memproyeksikan pemimpinnya mulai berhenti mendengarkan.
kepercayaan diri tinggi seolah tidak ada yang perlu Minsky adalah profesor ekonomi dari
dikoreksi. Sikap seperti ini justru sering ditangkap Washington University di St. Louis, yang terkenal
sebagai sinyal lain: kemungkinan adanya persoalan dengan Hipotesis Ketidakstabilan Keuangan
yang belum sepenuhnya diakui. (Financial Instability Hypothesis). Teori itu
Organisasi bisa runtuh karena kesalahan- menyatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis
kesalahan kecil yang dibiarkan, dirasionalisasi, lalu secara alami bergerak dari stabilitas menuju
ditutupi bersama. Dalam banyak kasus, kehancuran ketidakstabilan, menciptakan gelembung dan
bukan dipicu oleh keterbatasan teknis, melainkan krisis, bukan hanya akibat guncangan eksternal,
oleh kegagalan kepemimpinan untuk mengoreksi melainkan dorongan internal yang salah satunya
diri. berasal dari kepercayaan yang berlebihan yang
Dalam ekonomi global yang semakin kompleks menciptakan kerentanan finansial
dan penuh ketidakpastian, kepemimpinan tidak Fenomena ini tidak hanya terjadi pada pasar
lagi diukur dari seberapa percaya diri seorang keuangan, tetapi juga pada organisasi besar. Di
pemimpin berbicara tentang masa depan, lingkungan yang hierarkis, kesalahan sering
melainkan dari seberapa jujur ia bersikap terhadap dipersepsikan sebagai ancaman terhadap reputasi
keterbatasan hari ini. Investor, pelaku bisnis, dan pimpinan. Akibatnya, laporan dipoles, kritik
pemangku kepentingan tidak hanya membaca diredam, dan realitas digantikan oleh versi yang
32 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

