Page 429 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 429

c.   Petitum
                 1)    Mengabulkan permohonan para Pemohon untuk sebagian;
                       a)   Kata negara dalam Pasal 1 angka 6 Undang-Undang
                            Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran
                            Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167,
                            Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
                            3888) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar
                            Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
                       b)   Kata negara dalam Pasal 1 angka 6 Undang-Undang
                            Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran
                            Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167,
                            Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
                            3888) tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,
                            sehingga Pasal 1 angka 6 Undang-Undang Nomor 41
                            Tahun 1999 tentang Kehutanan dimaksud menjadi
                            “Hutan adat adalah hutan yang berada dalam wilayah
                            masyarakat hukum adat”;
                       c)   Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999
                            tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
                            Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara
                            Republik Indonesia Nomor 3888) bertentangan dengan
                            Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
                            1945 sepanjang tidak dimaknai “penguasaan hutan oleh
                            negara tetap memperhatikan hak masyarakat hukum adat,
                            sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan
                            masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik
                            Indonesia yang diatur dalam undang-undang;
                       d)   Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999
                            tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
                            Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara
                            Republik Indonesia Nomor 3888) tidak mempunyai
                            kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai
                            “penguasaan hutan oleh negara tetap memperhatikan
                            hak masyarakat hukum adat, sepanjang masih hidup dan
                            sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip






            398      Hubungan Keagrariaan
   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434