Page 474 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 474

a.    Asas Specialiteit
                   Asas ini bermaksud bahwa pelaksanaan pendaftaran tanah itu
                   diselenggarakan atas dasar peraturan perundang-undangan tertentu,
                   yang secara teknis menyangkut masalah pengukuran, pemetaan,
                   dan pendaftaran peralihannya. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan
                   pendaftaran tanah dapat memberikan kepastian hukum terhadap
                   hak atas tanah, yaitu memberikan data fisik yang jelas mengenai luas
                   tanah, letak, dan batas-batas tanah.
             b.    Asas Openbaarheid
                   Asas ini bermaksud bahwa dalam pendaftaran tanah harus mencakup
                   pemberian data yuridis tentang siapa yang menjadi subyek haknya,
                   apa nama hak atas tanahnya, serta bagaimana terjadinya peralihan
                   dan pembebanannya. Data ini bersifat terbuka untuk umum, artinya
                   setiap orang dapat melihatnya. 30
                   Berdasarkan asas ini setiap orang berhak mengetahui data yuridis
                   mengenai subyek hak, nama hak atas tanah, peraliham hak,
                   dan pembebanan hak atas tanah yang ada di Kantor Pertanahan
                   Kabupaten/Kota, termasuk mengajukan keberatan sebelum sertipikat
                   diterbitkan, sertipikat pengganti, sertipikat yang hilang atau sertipikat
                   yang rusak

                   Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
             Pendaftaran Tanah menyebutkan bahwa pendaftaran tanah dilaksanakan
             berdasarkan asas sederhana, aman, terjangkau, mutakhir dan terbuka.
                   Asas sederhana dalam pendaftaran tanah dimaksudkan agar
             ketentuan-ketentuan pokoknya maupun prosedurnya dengan mudah dapat
             dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan, terutama para pemegang
             hak atas tanah. Sedangkan asas aman dimaksudkan untuk menunjukkan,
             bahwa pendaftaran tanah perlu diselenggarakan secara teliti dan cermat
             sehingga hasilnya dapat memberikan jaminan kepastian hukum sesuai
             tujuan pendaftaran tanah itu sendiri.
                   Asas terjangkau dimaksudkan keterjangkauan bagi pihak-pihak
             yang memerlukan, khususnya dengan memperhatikan kebutuhan dan
             kemampuan golongan ekonomi lemah. Pelayanan yang diberikan dalam




                   30 Sudikno Mertokusumo, op cit, hlm.  9


                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  443
   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479