Page 473 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 473

b.   Wewenang Khusus
                 Wewenang ini bersifat khusus, yaitu wewenang pemegang hak atas
                 tanah untuk menggunakan tanahnya sesuai dengan macam hak atas
                 tanahnya. 28


            C.   Pendaftaran Tanah

            1.   Pengertian, Asas-Asas dan Tujuan Pendaftaran tanah

                 Pendaftaran berasal dari kata cadastre, suatu istilah teknis untuk suatu
            record (rekaman), enunjukkan kepada luas, nilai, dan kepemilikan (atau
            lain-lain alas hak) terhadap suatu bidang tanah.
                 Kata ini berasal dari bahasa latin capistatrum yang berarti suatu register
            atau capita atau unit yang diperbuat untuk pajak tanah Romawi.
                 Dalam artian yang tegas, cadastre adalah record (rekaman daripada
            lahan-lahan, nilai daripada tanah dan pemegang haknya dan untuk
            kepentingan perpajakan). Dengan demikian cadastre merupakan alat yang
            tepat yang memberikan uraian dan identifikasi dari lahan tersebut dan juga
            sebagai continous recording (rekaman yang berkesinambungan daripada hak
            atas tanah). 29
                 Pengertian pendaftaran tanah menurut Peraturan Pemerintah
            Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah seperti yang tercantum
            dalam Pasal 1 angka 1, yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh
            Pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi
            pengumpulan, pengolahan, pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan
            data fisik dan data yuridis, dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-
            bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termasuk pemberian surat
            tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya
            dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang
            membebaninya.
                 Sudikno Mertokusumo menyatakan bahwa dalam pendaftaran tanah
            dikenal dua macam asas, yaitu:




                 28 Sudikno Mertokusumo, 1988, Hukum dan Politik Agraria, Universitas Terbuka, Jakarta,
            hlm.445
                 29 A.P. Parlindungan, 1990, Pendaftaran Tanah di Indonesia, Mandar Maju, Bandung, hlm.
            11-12


            442      Hubungan Keagrariaan
   468   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478